RELAWAN MER-C KENALKAN INDONESIA DI GAZA

 

Jakarta, 20 Rajab 1435/19 Mei 2014 (MINA) – Relawan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) asal Indonesia yang membawa misi pembangunan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza, membuat negeri Soekarno-Hatta itu jadi terkenal di masyarakat Palestina.

Relawan asal Bandar Lampung, Syuhada Busyro Tosim mengisahkan pengalamannya ketika di Gaza kepada MINA, Senin (19/5), di kantor pusat MER-C, Jakarta.

“Selama saya keliling shalat setiap hari Jumat, ternyata kami tidak dikenal oleh warga Gaza bahwa kami berasal dari Indonesia, bahka mereka menduga kami berasal dari Cina atau Malaysia,” kata Syuhada.

Relawan pun menjelaskan bahwa mereka adalah relawan asal Indonesia yang sedang membangun rumah sakit untuk rakyat Palestina di Gaza.

“Sebagian besar masyarakat Gaza itu tidak tahu Indonesia. Ketika tahu, tanggapan mereka sangat gembira dan bersyukur,” kata pria berusia hampir 50 tahun itu.

Dia menuturkan, karena begitu gembiranya mereka menerima kami sebagai relawan asal Indonesia, warga Gaza sampai berebut untuk mengundang kami makan di rumahnya.

Seorang warga mengatakan “mari mampir ke tempat saya”, namun warga yang lain berkata “Jangan, saya yang pertama”. Kemudian ditanggapi lagi, “jika demikian di lain waktu ke tempat saya”.

Kehadiran para relawan yang membangun rumah sakit untuk kemudian akan dihadiahkan kepada rakyat Gaza, membuat undangan makan banyak yang berdatangan. Tidak hanya dari masyarakat Gaza sekitar rumah sakit, tapi juga undangan dari warga yang rumahnya harus dicapai dengan berkendaraan.

Di Masjid Jawiah yang berada dekat rumah sakit, sering kali memberi makan setelah shalat Maghrib.

Bahkan ketika bulan Ramadhan, begitu banyaknya yang membawakan makanan, relawan terpaksa membuat daftar tunggu bagi warga yang ingin mengundang atau memberi makan.

Hal yang serupa juga pernah diceritakan oleh Ir. Abu Fikri, Pimpinan Project RS Indonesia, warga Gaza sebelumnya hanya mengenal orang Cina atau Malaysia. Namun proyek rumah sakit yang diprakarsai MER-C dengan dana murni dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina, membuat Indonesia semakin dikenal di Gaza.

Abu Fikri juga mengungkapkan, masyarakat Palestina meyakini bahwa kelak yang bisa membebaskan Masjid Al-Aqsha dari cengkeraman Israel bukanlah Muslim dari Palestina atau negara-negara tetangganya, melainkan Muslim dari Turki, Malaysia atau Indonesia. (L/P09).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

 

 

 

Comments: 0