Renungan Ramadhan H19: Belajar Memaafkan

Oleh Ali Farkhan Tsani, Direktur Islamic Center Ma’had Tahfiz Daarut Tarbiyah Indonesia (DTI Foundation) Bekasi Jabar

Memaafkan adalah balasan terbaik untuk sebuah kesalahan. Mungkin berat, tapi tidak untuk mereka yang punya niat. Memang kita tidak perlu bersusah payah untuk membalas dendam, cukup maafkan setiap kesalahan. Karena memaafkan adalah pembalasan yang terbaik.

Memaafkan bukan berarti kita lemah. Namun justru karena kita cukup kuat dan dewasa untuk mengerti bahwa ada orang yang membuat kesalahan.

Jadi, mengapa kita tidak bisa memaafkan kesalahan orang lain. Sebab meminta maaf tidak akan merendahkan kita, memberi maaf tidak akan menjadikan kita hina, dan mendoakan kebaikan orang lain tidak menjadikan kita turun derajat.

Namun justru itu semua akan mendatangkan kasih sayang Allah, kebaikan manusia dan menunjukkan kemuliaan akhlak kita sebagai seorang Muslim.

Sifat pemaaf ini dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam kehidupan bermasyarakat. Rasulullah tidak pernah membalas orang lain yang menyakiti pribadinya, selama tidak menyinggung masalah agama Islam. Namun, apabila melecehkan kehormatan Islam dan yang berhubungan dengan hak-hak Allah, beliau tidak memberi maaf. Sebab, pemaafan dalam hal ini berarti pelecehan terhadap hak-hak Allah.

Terlebih saat ini bulan suci Ramadhan, Allah mengajarkan kita untuk memohonkan maaf kepada Allah sebb Allah menyukai orang-orang yang meminta maaf. Ini pula yang menjadi doa pada malam-malam Ramadhan, terutama untuk menyambut Lailatul Qadar.

Seperti disebutkan di dalam hadits:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya : “Ya Allah. Sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, suka memaafkan, maka maafkanlah aku”. (HR Ibnu Majah dan Ahmad dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha).

Begitulah, maka pada bulan Ramadhan ini kita belajar memaafkan orang lain. Seraya berharap Allah berkenan memaafkan kita.

Semoga kita bisa memberi maaf dan saling memafkan dengan sesama, untuk mengharap ridha Allah. (A/RS2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)