Renungan Ramadhan H26: Injury Time yang Menentukan

Oleh Ali Farkhan Tsani, Direktur Islamic Center Ma’had Tahfiz Daarut Tarbiyah Indonesia (DTI Foundation) Bekasi Jabar

 

Dalam pertandingan sepakbola ada yang disebut dengan istilah injury time. Ini adalah perpanjangan waktu sebagai pengganti waktu yang hilang akibat tertundanya permainan berupa pelanggaran-pelanggaran atau peristiwa lain yang sehingga pertandingan terhenti.

Di samping itu tambahan waktu diberikan setelah 90 menit pertandingan tidak menghasilkan gol, atau seri, atau agregat gol yang belum menetukan siapa pemenangnya.

Di sinilah detik-detik menentukan. Kesebelasan mana yang mampu memenangkannya, pasti histeris menyambutnya. Sementara pihak lawan hancur luluh harapannya.

Kita tidak hendak menyamakan sisa 4-5 hari menjelang berakhirnya hari-hari sebulan bulan suci Ramadhan. Namun kondisi kritisnya kalau mau disamakan, kurang lebih dapat serupa.

Ya, kritis karena waktu peningkatan pahala, berbagai keutamaan di dalamnya,dan peluang Lailatul Qadar tinggal sedikit. Waktu yang sangat menentukan apakah kita akan menjadi pemenang dalam meraih ampunan dan keridhaan Allah atau lewat begitu saja?

Jangan sampai menjadi pihak yang kalah, pecundang dalam petandingan, dan pulang tak membawa hasil apa-apa. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyebutnya dengan manusia paling merugi, sebab datang bulan Ramadhan tapi tak mendapatkan ampunan Allah. Na’udzubillahi min dzalika.

Seperti disebutkan di dalam sebuah hadits:

وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ

Artinya: “Amat merugi seseorang yang Ramadhan masuk padanya, kemudian Ramadhan itu pergi, sebelum diampuni dosanya.” (HR At-Tirmidzi, Ahmad, Al-Baihaqi, dan Ath-Thabrani).

Marilah kita sama-sama saling mendukung pada sisa waktu “injury time” detik-detik menentukan berakhirnya bulan suci Ramadhan, dengan melaksanakan ibadah dan amal-amal kebajikan sebaik dan sebanyak mungkin. Kita manfatkan waktu dan seluruh anggota badan kita untuk mendekatkan diri kepada Allah, melalui ibadah yang bersifat individu maupun sosial. Di rumah sekalipun dan di manapun berada di muka bumi ini.

Sehingga semoga selesai bulan Ramadhan kita memperoleh kemenangan, dengan mendapatkan ampunan dan ridha Allah. Aamiin. (A/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)