Restoran di Gaza Buka Kembali Setelah Ditutup karena ‘Lockdown’

Penjual Palestina Umm Eyad (55) membuat permen tradisional selama bulan suci Ramadhan di Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah pada 27 April 2020, di tengah pandemi coronavirus. (Mahmud Hams/AFP)

Gaza, MINA – Kementerian Ekonomi Palestina di Jalur Gaza mengatakan, restoran-restoran di Gaza diizinkan untuk dibuka kembali mulai Senin (27/4), menyusul permintaan dari pemilik restoran guna mengurangi penderitaan ekonomi.

“Diputuskan untuk mengizinkan restoran dan kafe di Jalur Gaza, membuka kembali pintu mereka kepada pelanggan mulai hari ini,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Arabnews.

Dalam keputusan itu juga dicantumkan rekomendasi Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza bahwa restoran harus tetap mematuhi aturan jarak sosial dan aturan lainnya.

Sejak pertengahan Maret, pemerintah Palestina di Gaza yang diatur oleh Hamas telah memberlakukan langkah-langkah tegas untuk menghindari meluasnya wabah COVID-19.

Sekolah, universitas, masjid dan restoran telah ditutup.

Salah Abu Haseera, kepala Komite untuk Restoran, Hotel dan Layanan Turistik di Gaza mengatakan, keputusan kementerian itu datang setelah permohonan untuk membuka restoran guna menghindari kerugian lebih lanjut dan resesi serius.

“Pembukaan kembali restoran dapat memungkinkan sekitar 2.500 orang untuk kembali bekerja,” katanya.

Gaza, yang diblokade oleh pendudukan Israel selama 13 tahun, menderita tingkat kemiskinan mendekati 50 persen.

Dilaporkan per Senin (27/4) terdapat 17 kasus dikonfirmasi COVID-19 di Jalur Gaza yang semuanya itu merupakan warga Palestina yang kembali dari luar ke Jalur Gaza. Mereka yang tertular virus atau baru datang langsung ditempatkan dalam isolasi.

“Tidak ada kasus yang dikonfirmasi di antara warga Palestina yang tinggal di dalam Gaza,” menurut Hamas, gerakan Islam yang telah memerintah daerah Jalur Gaza sejak 2007 setelah memenangkan pemilihan umum. (T/R6/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)