Menlu. Retno Pimpin Konferensi Internasional Pendidikan Perempuan Afghanistan

Menlu RI Pimpin Konferensi Internasional tentang Pendidikan Wanita Afghanistan (foto: Kompas/Kris Mada)

Bali, MINA – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi dan Wakil Menlu Qatar Lolwah Al-Khater memimpin Konferensi Internasional untuk Pendidikan Perempuan Afghanistan yang diselenggarakan di Bali, Kamis (8/12).

Dalam pidato pembukaannya, Menlu RI mengatakan, ada lima alasan konferensi tersebut diadakan. ​​

Pertama, kata Retno, memperbarui situasi saat ini di Afghanistan. Kedua, menegaskan kembali dukungan kepada semua rakyat Afghanistan tanpa kecuali.

“Ketiga, menegaskan kembali dukungan kami terhadap hak-hak perempuan, khususnya pendidikan bagi perempuan; Keempat, mengidentifikasi kesenjangan dan mengumpulkan sumber daya untuk mendukung pendidikan perempuan di Afghanistan; dan Kelima merancang langkah ke depan,” katanya.

Menurut Retno acara tersebut juga unik, karena tidak hanya mengumpulkan perwakilan pemerintah, tetapi juga organisasi internasional, LSM, dermawan, dan komunitas bisnis.

Sementara secara keseluruhan ada 38 negara, empat organisasi internasional, sembilan LSM dan bisnis, sembilan tokoh perempuan dan akademisi yang hadir pada acara tersebut.

“Ini menunjukkan upaya internasional kolektif dan bersatu yang kuat,” katanya.

Menurut PBB, lebih dari 11 juta perempuan dan anak perempuan Afghanistan sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, sedangkan data UNDP menyebutkan, pembatasan terhadap perempuan dapat merugikan ekonomi Afghanistan sebesar USD 1 miliar atau lima persen dari PDB-nya.

Bahkan, Indeks Kesenjangan Gender Forum Ekonomi Dunia 2021 menempatkan Afghanistan di urutan terakhir dari 156 negara.​

“Dengan situasi ini, kita tidak bisa memilih untuk tetap diam, kita harus melakukan sesuatu,” tegas Retno.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan komitmen nyata untuk mendukung pendidikan perempuan Afghanistan, dalam bentuk pendanaan, beasiswa, peningkatan kapasitas, dan kontribusi lainnya. (L/RE1/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)