Revitalisasi UPQ Diproyeksikan Jadi Destinasi Wisata Religi

Bogor, MINA – Kementerian Agama (Kemenag) akan merevitalisasi Unit Percetakan Al-Quran (UPQ) di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Rencananya UPQ ini akan memiliki standar internasional dan diproyeksikan menjadi destinasi wisata religi Indonesia.

“Kita ingin dengan wajah UPQ yang baru, tempat ini nantinya bisa menjadi pusat literasi Al-Quran, juga menjadi sarana edukasi, atau wisata religi,” kata Kepala UPQ, Jamaludin M Marki dalam pernyataannya, Senin (22/2).

Jamaludin menerangkan, target tersebut seleras dengan lokasi UPQ yang dekat dengan wisata Puncak, sehingga diharapkan bisa menjadi wisata alternatif, yang bisa dinikmati mulai dari siswa Taman Kanak-kanak hingga mahasiswa perguruan tinggi.

“Kita berharap mereka bisa mempelajari bagaimana proses percetakan Al-Quran. Karena mencetak Al-Quran itu tidak bisa disamakan dengan mencetak koran atau majalah atau buku-buku lainnya,” kata Jamaludin.

“Proses cetak Al-Quran betul-betul dibutuhkan ketelitian, kehati-hatian, serta selalu menjaga diri dari hadas besar maupun kecil,” imbuhnya.

Dia mengatakan, UPQ pertama kali berdiri pada 2016, dengan berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 7 Tahun 2013, kemudian diperbaharui dengan PMA Nomor 14 Tahun 2018. Hal tersebut kemudian menjadi pegangan dalam pembentukan dan operasional UPQ.

“Untuk memenuhi kebutuhan umat Islam di Indonesia, kita setidaknya harus mencetak 200 juta mushaf Al-Quran,” tuturnya.

UPQ, kata Jamaludin, pernah mencoba mencetak 1 juta mushaf per tahun sejak 2019 lalu, namun karena keterbatasan mesin cetak yang belum memenuhi, sehingga UPQ tidak bisa mencapai target tersebut.

“Dengan peralatan yang dimiliki UPQ saat ini, kita hanya sanggup mencetak 300 sampai 400 ribu mushaf Al-Quran per tahun,” ujarnya.

Sampai 2019 lalu, UPQ sudah mencetak 1.714.000 mushaf dengan berbagai tipe, mulai dari mushaf Al-Quran, Al-Quran dan Terjemah, Juz Amma dan Terjemah, dan Surat Yaasin. Tahun 2021 ini UPQ menargetkan 420 ribu dengan rincian mushaf Al-Quran 400 ribu dan Al-Quran dan Terjemah 20 ribu.

“InsyaAllah kita akan mencetak terjemah sebanyak 20 ribu itu adalah versi penyempurnaan yang telah direkomendasikan oleh Lajnah Tashih. Jadi ada penyempurnaan terjemahan Al-Quran,” pungkasnya. (L/R2/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)