Rezim Suriah Serang Aleppo Saat Dialog Damai Dibahas di Jenewa

Serangan jet Rusia membantu pasukan rezim Suriah lawan oposisi. (Foto: dok. Hngn.com)
Serangan jet Rusia membantu pasukan rezim Suriah lawan oposisi. (Foto: dok. Hngn.com)

Jenewa, 24 Rabi’ul Akhir 1437/3 Februari 2016 (MINA) – Pasukan rezim Suriah melancarkan serangan di provinsi Aleppo ketika dialog damai sedang dibahas di Jenewa, Swiss.

Blok oposisi utama Suriah pada Selasa (2/2) memberi peringatan kepada delegasi pemerintah yang ada di Jenewa tentang serangan Senin yang bertentangan dengan tuntutan oposisi. Demikian Al Jazeera memberitakannya yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Salim Al-Muslet, juru bicara Komite Negosiasi Tinggi (HNC), kelompok negosiator oposisi Suriah, mengatakan, oposisi sedang menunggu reaksi terhadap perkembangan di Aleppo dan provinsi lainnya di Suriah.

“Sangat penting bagi kami untuk melihat pencabutan pengepungan terhadap anak-anak yang kelaparan sampai mati,” katanya di Jenewa.

Al-Muslet mengatakan, sejak Senin malam, pembantaian besar terjadi di Suriah dan tidak ada yang melakukan atau mengatakan apa-apa.

“Kami tidak tahu apakah masyarakat internasional benar-benar buta atau mereka tidak ingin melakukan apa pun. Kami di sini untuk mengetahui, apakah mereka tertarik untuk melakukan apa pun,” katanya.

Dalam pernyataannya itu, HNC mengutuk serangan di Aleppo dan mengatakan, itu menunjukkan pemerintah Presiden Bashar Al-Assad tidak berkomitmen untuk menemukan resolusi damai untuk konflik.

Lembaga pemantau Observatorium Suriah untuk HAM yang berbasis di Inggris menegaskan pada Selasa, laporan dari Aleppo menyebutkan, setidaknya 270 serangan udara telah didokumentasikan dalam 24 jam terakhir.

Kelompok pemantau khusus Suriah itu mengatakan, sedikitnya 11 warga sipil, termasuk dua relawan Bulan Sabit Merah, tewas dalam serangan. Sementara 39 tentara pemerintah dan milisi oposisi tewas.

Kemajuan militer Suriah di Aleppo membuka jalan bagi pasukan Assad untuk merebut kembali kota-kota besar Suriah seperti Hardatnein, Tal Jibbeen dan Deir Zaitoun. (T/P001/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)