Ribuan Jamaah Gelar Shalat Jumat di Al-Aqsa

Al-Quds, MINA – Ribuan jamaah kaum muslimin melaksanakan shalat jumat (24/7) di Masjid Al-Aqsa Palestina, di bawah pengawasan keamanan super ketat yang diberlakukan pasukan Israel.

Sumber-sumber lokal menyebutkan sebagaimana dilaporkan Pusat Informasi Palestina, sekitar 10.000 jamaah melakukan shalat jumat, dengan tetap mematuhi protokol pencegahan epidemi corona.

Ribuan jamaah berbondong-bondong ke Masjid Al-Aqsa sejak pagi hari dari kota Al-Quds (Yerusalem Timur) dan wilayah Palestina yang diduduki tahun 1948.

Puluhan sukarelawan dari kalangan pemuda menyebar di halaman Masjid Al-Aqsa. Mereka membagi-bagikan masker dan sajadah kepada para jamaah, serta mengatur mereka dalam barisan terpisah.

Sementara itu, pasukan pendudukan Israel menahan puluhan jamaah di pintu masuk Kota Tua Al-Quds dan gerbang Al-Aqsa, sebelum diizinkan memasuki masjid.

Pasukan pendudukan Israel terus memaksakan pembatasan mereka pada pintu masuk jamaah ke Masjid Al-Aqsa untuk memverifikasi identitas mereka dan menahan beberapa dari mereka di gerbang luar.

Masjid Al-Aqsa dalam beberapa waktu terakhir mengalami beberapa serangan dan pelanggaran oleh pemukim Yahudi dan frekuensinya semakin meningkat selama liburan Yahudi.

Sheikh Raed Salah, Ketua Gerakan Islam di wilayah jajahan 48 menyeru semua bangsa Palestina, tua dan muda, anak-anak dan orang tua, dalam beberapa hari mendatang untuk melakukan perjalanan ke Masjid Al-Aqsa guna menghidupkan kembali ibadah Rabat di dalamnya dalam rangka melawan seruan pemukim Zionis yang senantiasa menyerbunya.

Sheikh Salah menekankan perlunya menghidupkan kembali hari-hari pertama Dzulhijjah di Al-Aqsa dan untuk mengatur meja-meja untuk berbuka puasa bagi orang-orang yang sedang berpuasa di halamannya, selain untuk melanjutkan semua kegiatan dan para jamaah di dalamnya.

Ia menegaskan, Masjid Al-Aqsa itu hanya untuk umat Islam, Zionis dan pendudukan tidak memiliki hak apa pun di Al-Aqsa.(T/R1/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)