Ribuan Pasien di Gaza Makin Menderita Akibat Krisis Bahan Bakar

(Foto: PIC)

Gaza, MINA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Palestina memperingatkan, krisis menimpa sistem perawatan kesehatan di Jalur Gaza yang terblokade akibat kekurangan pasokan bahan bakar yang memberi tenaga listrik bagi rumah sakit.

Juru bicara Kemenkes Palestina, Ashraf Al-Qidra, mengatakan bahwa krisis tersebut diperkirakan akan berdampak buruk bagi kehidupan dan akan sangat memengaruhi perawatan untuk menyelamatkan jiwa para pasien di rumah sakit Gaza.

Al-Qidra mendesak semua pihak yang berwenang untuk segera bertindak dan mencoba mengatasi krisis tersebut pada pertengahan Februari, demikian laporan PIC yang dikutip MINA, Senin (22/1).

Beberapa waktu lalu, kementerian tersebut mengatakan bahwa mereka menetapkan “Rencana B” yang melibatkan redistribusi sumber daya untuk aset kesehatan yang lebih penting.

Otoritas kesehatan di Gaza telah berulang kali memperingatkan kemungkinan operasi yang tertunda atau dibatalkan dan pemindahan antar rumah sakit jika tidak ada tindakan mendesak yang dilakukan.

Pasien dengan penyakit parah dan mereka yang didiagnosis dengan gagal ginjal beresiko kehilangan nyawa akibat krisis ini.

Cadangan bahan bakar sistem kesehatan akan habis pada pertengahan Februari dan jika solusi tidak ditemukan, rumah sakit Gaza terpaksa menutup layanan penting.

Selama beberapa tahun terakhir, meningkatnya kekurangan bahan bakar telah menciptakan krisis nyata bagi rumah sakit di Gaza, yang seringkali mengarah pada penutupan layanan kesehatan penting, sehingga meninggalkan ribuan pasien tanpa akses terhadap pengobatan yang dapat menyelamatkan jiwa mereka.(T/R01/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)