RIBUAN PENGUNJUK RASA DI TEL AVIV KECAM NETANYAHU

Ribuan demonstran Israel kebijakan Netanyahu di di pusat kota Tel Aviv (Potho: AFP)
Ribuan demonstran Israel kebijakan Netanyahu di di pusat kota Tel Aviv (Potho: AFP)

Tel Aviv, 12 Muharam 1437/25 Oktober 2015 (MINA) – Ribuan pengunjuk rasa  turun ke jalan-jalan di Tel Aviv, ibukota Israel,  untuk mengecam tindakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang dituduhnya menyebabkan terjadinya ketegangan di Palestina yang diduduki serta di Jalur Gaza.

Para demonstran berbaris dengan meneriakkan slogan, “Tidak ada keamanan tanpa solusi”, dari Habima Square, di pusat kota Tel Aviv, ke markas Kementerian Urusan Militer Israel di Jalan Kaplan.

Kebanyakan peserta berasal dari kelompok aktivis, Peace Now (Damai Sekarang) yang menyelenggarakan unjuk rasa ini, serta pengunjuk rasa dari sayap kiri partai Meretz, bersama beberapa anggota partai Hadash dan Partai Pekerja, Da’am. Demikian dibertikan Alray dan dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Ahad.

Para demonstran menyerukan pemerintah Tel Aviv untuk menghentikan “mengelola konflik” dan selanjutnya mengadakan dialog dengan Palestina sebagai gantinya.

Pihak penyelenggara memperkirakan sebanyak 6.000 orang yang mengikuti aksi tersebut, namun media Israel hanya menyebutkan sekitar 3.000 orang.

Seorang pengunjuk rasa, Daniel Dojon mengatakan alasannya mengikuti aksi tersebut karena situasi yang semakin kacau.

“Saya tidak berbicara tentang keselamatan tetapi kurangnya kemajuan (politik), kurangnya harapan. Politisi Israel menjadi lebih dan lebih ekstrim,” katanya.

Sementara itu, demonstran lain, Dov Kredo, mengatakan ia merasa sangat pesimis tentang situasi saat ini, menambahkan, “Ini jauh lebih mudah bagi orang untuk merasakan ketakutan dan kebencian.”

“Bibi  (panggilan Netanyahu), Anda gagal. Anda gagal memberikan keamanan  bagi warga Israel, Anda gagal untuk menyajikan visi yang entah bagaimana akan mengubah kenyataan ini, ” anggota Knesset untuk sayap kiri partai politik Meretz, Zehava Gal-On mengatakan.(T/P004/P2)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0