Ribuan Santri Pondok Pesantren Ramaikan IBF 2022

(Foto: Iwan/MINA)

Jakarta, MINA – Ribuan santri dari berbagai Pondok Pesantren turut meramaikan event Islamic Book Fair (IBF) 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Kamis (4/8).

Pameran buku Islam ke-20 ini mengambil tema “Literasi Islam Menumbuhkan Optimisme Bangsa”. Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari, mulai Rabu hingga Ahad (3-7/8) mendatang.

Kordinator acara IBF 2022, Tatang Sundesta menyebutkan, jumlah pengunjung pada hari kedua (Kamis) itu mencapai 15 ribu orang dari berbagai kalangan dan daerah.

Di antara santri-santri yang hadir, ada 400 santri putri tingkat Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Umul Quro Al-Islami Bogor yang mengunjungi IBF 2022.

Salah satu pengurus Ponpes Umul Quro Al-Islami, Zalfa Sahira saat diwawancarai MINA mengatakan, IBF sangat menarik dan menjadi hiburan untuk para santri yang ikut.

“Alasan kita untuk ikut atau mengunjungi event ini tentu karena menarik dan bisa menjadi ajang hiburan untuk para santri, dan alhamdulillah setiap tahun Umul Quro Al-Islami selalu ikut meramaikan event,” katanya.

“Harapannya, semua santri yang ikut pada event ini bisa lebih semangat lagi untuk rajin membaca buku yang dapat menambah literasi mereka,” tambahnya.

Salah satu santri tingkat MA Umul Quro, Keisyadana mengatakan, event itu sangat bagus untuk diikuti oleh para pelajar dan memudahkan mereka untuk mencari buku.

“IBF ini tentu menjadi salah satu event yang paling ditunggu-tunggu setiap tahunnya, karena cocok sekali untuk kami para pelajar, selain memudahkan kami untuk mencari buku, tentu bisa menambah literasi kami dalam membaca,” ujarnya.

Selain Ponpes Umul Quro, juga hadir 450 Santri dari Pondok Pesantren Putri Mafaza cabang Depok dan Bogor.

“Alhamdulillah, Mafaza ikut meramaikam IBF 2022. Dimana Mafaza sendiri terdapat tiga cabang dengan total 450 santri,” kata Ustazah Sovika selaku Mudhiroh (Kepala Sekolah) Mafaza cabang Depok.

“Dengan membeli buku, pengetahuan para santri akan lebih luas. Tidak hanya menghafal Al-Quran saja, tetapi juga diimbangi dengan membaca buku agar santri-santri menjadi lebih berwawasan dari segi makna dan tafsirannya,” ujarnya.

Pameran buku Islam kali ini merupakan yang ke-20 kalinya digelar sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2002 silam. Sempat vakum penyelenggaraannya karena pandemi Covid-19, yakni pada 2021 lalu. (L/Iwn/R11/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)