Ribuan Tahanan Palestina Lanjutkan Tindakan Perlawanan Terhadap Represi Israel

Tahanan Palestina di Penjara Israel. (Foto: WAFA)

Ramallah, MINA – Selama 27 hari berturut-turut, ribuan tahanan politik di melanjutkan tindakan pembangkangan sipil mereka terhadap kampanye represi yang diprakarsai oleh Menteri Keamanan Nasional Israel ultranasionalis Itamar Ben-Gvir.

Pembangkangan sipil oleh para tahanan termasuk penutupan berbagai bagian penjara, menghentikan aspek kehidupan sehari-hari, mengenakan seragam penjara coklat wajib, dan menolak menjalani apa yang disebut pemeriksaan keamanan harian, WAFA melaporkan, Ahad (12/3).

Menurut Komisi Urusan , langkah-langkah pembangkangan sipil akan meningkat menjadi aksi mogok makan terbuka yang dimulai pada hari pertama bulan Ramadan, kecuali Layanan Penjara Israel menarik kembali langkah-langkah represi baru-baru ini.

Pada 14 Februari lalu, Komite Darurat Tertinggi untuk Urusan Tahanan Palestina mengumumkan dimulainya pembangkangan sipil sebagai tanggapan atas kampanye penindasan yang sedang berlangsung oleh otoritas penjara Israel, termasuk mengurangi jam penggunaan kamar mandi bagi tahanan Palestina menjadi hanya satu jam sehari.

Tindakan kasar lainnya yang diberlakukan oleh Layanan Penjara Israel terhadap para tahanan juga termasuk mengurangi jumlah air yang mereka gunakan, dan mengurangi durasi mandi sehingga para tahanan diperbolehkan mandi pada jam tertentu dalam sehari.

Sejak saat itu, Layanan Penjara Israel (IPS) mulai memindahkan narapidana dan memindahkan mereka di antara 20 penjara yang digunakan khusus untuk tahanan politik Palestina.

Organisasi hak asasi manusia telah lama mengutuk otoritas penjara Israel atas perlakuan tidak manusiawi mereka terhadap tahanan Palestina.

Warga Palestina juga telah melakukan mogok makan untuk melawan isu-isu seperti kurungan isolasi, penolakan kunjungan keluarga, perawatan medis yang tidak memadai, dan kondisi merendahkan lainnya. (T/R6/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)