Ribuan Yahudi Padati Pemakaman Rabi, Langgar Pembatasan Corona Israel

Yerusalem, MINA – Ribuan orang Yahudi ultra-Ortodoks di Israel menentang pembatasan virus corona untuk menghadiri pemakaman Rabi Meshulam Dovid Soloveitchik pada Ahad (31/1), mendorong Menteri Pertahanan Benny Gantz menuntut pelanggar aturan penguncian yang berulang-ulang di komunitas itu harus diakhiri.

Kerumunan besar, banyak yang tidak mengenakan masker, memadati jalan-jalan di Yerusalem untuk menghadiri pemakaman rabi berusia 99 tahun, Kepala Brisk yeshiva yang berpengaruh, atau lembaga pendidikan agama.

Soloveitchik meninggal sebelumnya pada hari Ahad, Nahar Net melaporkan.

Ultra-Ortodoks Israel, atau haredim, telah menjadi pusat perjuangan pemerintah Yahudi itu untuk mengendalikan penyebaran virus corona, beberapa kelompok secara terang-terangan menentang aturan penguncian, terutama terkait penutupan sekolah dan sinagoga.

Polisi yang berusaha untuk menegakkan penguncian dalam beberapa hari terakhir bentrok dengan haredim di lingkungan Mea Shearim Yerusalem dan di Bnei Brak dekat Tel Aviv.

Sementara polisi yang berada di lingkungan untuk pemakaman rabi, mereka tidak bertindak untuk membubarkan kerumunan.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang mendukung perpanjangan penguncian, menghadapi kritik yang meningkat atas apa yang digambarkan lawan-lawannya sebagai kegagalan untuk memastikan haredim mematuhi aturan keselamatan.

Netanyahu, sayap kanan yang akan menghadapi pemilihan umum ulang pada bulan Maret, mengandalkan kesetiaan para pemimpin politik ultra-Ortodoks untuk mempertahankan rekor 11 tahun kekuasaannya.

Gantz, saingan Netanyahu dan perdana menteri alternatif dalam pemerintahan persatuan Israel yang gagal, mengatakan, dia tidak akan mendukung perpanjangan kuncian kecuali aturan diterapkan secara merata. (T/RI-1/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)