Ridwan Kamil, Pangdam III, Kapolda Jabar Siap Jadi Relawan Uji Coba Vaksin Covid-19

Jawa Barat, MINA – Gubernur Jawa Barat HM. Ridwan Kamil, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, dan Kapolda Jabar Irjen. Pol. Rudy Sufahriadi siap menjadi relawan untuk uji klinis vaksin Covid-19.

Ketiganya secara suka rela akan menjadi bagian dari percobaan untuk menguji keampuhan vaksin dalam membangkitkan daya tahan tubuh terhadap serangan virus corona.

Hal itu disampaikan Gubernur Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil dalam konferensi pers di Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh Kota Bandung. Demikian keterangan tertulis yang dikutip MINA, Rabu (5/8).

Tidak hanya Gubernur, Pangdam, dan Kapolda, jajaran Muspida Jawa barat yang lainnya seperti Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi, dan Ketua DPRD Provinsi Jabar siap menjadi relawan uji coba vaksin.

“Kami para pimpinan sedang merumuskan, jika tidak ada halangan dari unsur kesehatan pribadi, maka saya dan Forkopimda akan menjadi relawan untuk pengetesan vaksin Covid-19,” katanya.

Kang Emil menambahkan, inisiatif untuk menjadi relawan diharapkan dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dan menambah keyakinan relawan lainnya bahwa uji vaksin yang dilakukan oleh PT Bio Farma dan Universitas Padjadjaran akan berjalan dengan lancar.

“Kalau pimpinannya siap menjadi relawan vaksin Covid-19, insya Allah rakyatnya juga akan meyakini uji klinis vaksin Covid-19 akan berjalan dengan lancar,” ucap Gubernur.

Hingga saat ini, jumlah relawan yang telah mendaftarkan diri mencapai 500 orang dari total 1.600 orang yang dibutuhkan. Masih kurang 1.100 orang.

Untuk itu, Gubernur terus mengajak warga Jawa barat yang berusia 20 tahun hingga 59 tahun untuk menjadi relawan uji klinis vaksin Covid-19.

Uji klinis yang disebutkan gubernur akan dilakukan untuk vaksin Covid-19 Sinovac buatan China. Ini merupakan uji klinis fase 3 yang akan berjalan selama enam bulan atau hingga akhir tahun 2020.

“Jika segalanya berjalan lancar, rencananya vaksin Sinovac akan mendapat izin edar dan diproduksi massal pada awal 2021,” katanya. (R/R11/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)