Rouhani Klaim Iran Unggul dari Negara-Negara Barat dalam Tanggapi COVID-19

Teheran, MINA – Presiden Hassan Rouhani memuji Iran dalam menanggapi pandemi virus corona baru, menyoroti kualitas nyata kinerja Pemerintah Teheran dibandingkan dengan beberapa negara Barat utama yang sama-sama terpengaruh oleh penyakit itu.

Berbicara pada sidang kabinet di Teheran pada Rabu (18/3), Presiden mengingat bagaimana pemerintahannya berusaha untuk tidak membiarkan rakyat Iran merasakan kekurangan bahan pokok, terutama makanan dan barang-barang saniter, setelah wabah tersebut.

“Anda dapat membandingkan Iran dengan negara-negara lain,” katanya, merujuk pada hampir 170 negara yang telah terkena virus itu, demikian Press TV melaporkan.

“Bandingkan Teheran dengan London, Berlin, dan Paris. Lihat sendiri apa yang terjadi di sana. Rak-rak toko telah dikosongkan dan orang-orang bertengkar karena gulungan kertas toilet,” kata Rouhani. “Orang-orang di sana khawatir tentang bahan makanan dan rumah sakit mereka mengatakan, mereka kehabisan tempat tidur.”

“Namun, kita bergegas untuk memasok kebutuhan publik di tengah situasi,” kata Rouhani, seraya menambahkan bahwa pemerintah telah melakukan semua kekuatannya untuk menangani krisis.

Presiden mengatakan, setelah datangnya wabah, negara meningkatkan kapasitas untuk memproduksi produk saniter dan medis bagi masyarakat umum dan tenaga medis, di saat yang sama memenuhi sebagian permintaan melalui impor.

Dia meyakinkan bahwa negara itu tidak akan menghadapi kekurangan pasokan medis dan tempat tidur rumah sakit, sektor medis publik dan swasta serta Angkatan Bersenjata akan terus melayani rakyat.

Rouhani mengungkapkan kegembiraannya bahwa di kota Qom di provinsi Gilan di utara, yang menderita paling buruk dari wabah setelah kemunculannya, “wabah itu melewati puncaknya.” (T/RI-1/B04)

 

Mi’raj News Agency (MINA)