RS Ridhoka Salma Gratiskan Biaya Operasi dr. Fayez Asal Palestina

Jakarta, MINA – Rumah Sakit (RS) Ridhoka Salma, Bekasi, mengratiskan biaya operasi tulang dari dr Fayez, salah seorang warga Palestina yang sedang mengungsi di Indonesia, tepatnya di Pondok Pesantren Al-Fatah, Cileungsi.

Direktur Utama (Dirut) RS Ridhoka Salma, Roziana Ghani menyatakan hal ini ketika diwawancarai MINA, Rabu (3/3) di Kantor Manajemen RS Ridhoka Salma, saat menerima kunjungan Pembina Al-Aqsha Working Group (AWG), Imaam Yakhsyallah Mansur.

Kunjungan Imaam Yakhsyallah Mansur untuk menjenguk dr. Fayez warga Palestina di Indonesia yang oleh Al-Aqsa Working Group (AWG) dan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dihubungkan dengan RS Ridhoka Salma untuk mendapatkan tindakan medis operasi tulang dengan biaya gratis.

Kunjungan ini merupakan wujud tanggung jawab AWG yang terus berkomitmen membantu saudara Palestina.

Roziana Ghani mengatakan, RS Ridhoka Salma sangat menjunjung tinggi rasa persaudaraan termasuk terhadap muslim Palestina, di antaranya memberikan fasilitas bebas biaya kepada dr.Fayez asal Palestina yang cidera tangan karena terjatuh dan diperlukan tindakan operasi tulang.

“Kita ini satu tubuh, termasuk dengan saudara kita muslim di Palestina, kalau membantu beliau (dr. Fayez) ini kan sifatnya situasional. Ketika ada komunitas yang memberikan kesempatan kepada kami untuk bisa bermanfaat kepada sesama muslim, pasti dengan senang hati kami bantu,” ungkapnya.

Sementara, Pembina Utama AWG, Imaamul Muslimin, KH. Yakhsyallah Mansur, MA., saat mengunjungi dr. Fayez sebelum dilakukan tindakan operasi mengucapkan rasa terimakasihnya kepada RS Ridhoka Salma yang berkontribusi membantu menyediakan fasilitas berobat untuk dr. Fayez.

“Tentunya apa yang dirasakan dr. Fayez juga dirasakan oleh kita semua, kita Kaljasdil Wahid. Jadi apa yang dirasakan dr. Fayez juga kita rasakan. Karena itu, tentu kita semua akan berbahagia jika beliau disembuhkan oleh Allah, itu yang kita harapkan, yaitu kesembuhan,” ujarnya.

Yakhsyallah juga mengucapkan terimakasih kepada RS Ridhoka Salma yang telah memberikan fasilitas begitu baik untuk ikhwan dari Palestina.

“Mudah-mudahan Allah memberikan berkah RS ini terus maju dan berkembang dalam ridho Allah SWT dan dapat memberikan kontribusi lebih besar lagi untuk pembebasan Masjid Al-Aqsha dan Palestina,” ujarnya.

RS Ridhoka Salma, RS Dengan Spirit Palestina

Yakhsyallah mengatakan, RS Ridhoka Salma ini memang ada di Indonesia, tapi ruhnya adalah ruh Palestina.

“Sehingga kalau di Gaza kita punya RS Indonesia, maka di Indonesia kita punya RS Palestina secara Ruhi , karena RS ini sebagaimana yang ibu sampaikan untuk membantu Palestina,” tegasnya.

Sementara Roziana menyatakan, sebelumnya seluruh Civitas RS sudah berkomitmen setiap bulan memberikan support semampunya untuk Palestina,

“Sejak 2019 saya termotivasi oleh putra-putri yang sekolah di Pondok Pesantren yang dididik untuk peduli terhadap Masjid Al-Aqsha dan Palestina. Dari sana kemudian spirit itu muncul,” katanya.

Menurutnya, kita dengan saudara sesama muslim di manapun sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, termasuk Palestina yang harus kita support semangat perjuangannya.

“Dari situlah kami inisiatif untuk membantu Palestina, tentu kita sama-sama memperjuangkan Al-Aqsha, dengan berjuang bersama-sama Insya Allah akan memberikan keberkahan terhadap operasional RS kami,” ujarnya.

Ia berharap, ke depan RS Ridhoka Salma bisa berkontribusi lebih besar dalam memperjuangkan pembebasan Masjid Al-Aqsha dan Palestina melalui bidang kesehatan.

“Kalau kita berjuang bersama Allah, kami Haqqul yakin pasti tidak akan rugi. Karena kami berbisnis bersama Allah,” tegasnya.

Berdiri pada tahun 2007, Rumah Sakit Swasta yang awalnya dari Apotek dan Rumah Bersalin 24 jam Ridhoka Salma Cikarang Barat dan pada Tahun 2010 berubah menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak dan atas kepercayaan dan komitmennya terhadap pengembangan maka pada tanggal 5 Oktober 2012 resmi berubah menjadi Rumah Sakit Ridhoka Salma.

Rumah Sakit Swasta ini memiliki fasilitas & perawatan yang cukup memadai, didukung tenaga medis & paramedis yang profesional serta bernuansa Islami. (L/R12/B03/P1)

Mi’raj News Agency (MINA).