Khortum, MINA – Komandan Pasukan Pendukung Cepat (RSF) paramiliter Sudan mengumumkan gencatan senjata “sepihak” selama dua hari, dimulai Selasa (27/6), selama liburan Idul Adha, Anadolu Agency melaporkan.
“Kami mendeklarasikan gencatan senjata sepihak, kecuali untuk situasi pertahanan diri, pada malam Idul Fitri dan pada hari Idul Adha,” kata Mohammad Hamdan Dagalo, yang juga dikenal sebagai Hemedti, melalui rekaman audio yang diposting di Facebook pada hari Senin.
Dagalo berharap libur Idul Fitri akan memberikan kesempatan rekonsiliasi di antara masyarakat Sudan.
Mengakui kondisi kemanusiaan yang menantang yang disebabkan oleh perang, dia berkata: “Kami berharap untuk keluar dari perang lebih bersatu dan lebih kuat.”
Baca Juga: Myanmar Heningkan Cipta Satu Menit, Kenang 2.000 Korban Jiwa Gempa
Idul Adha adalah salah satu hari raya Muslim terpenting, menandai puncak dari ibadah haji tahunan di Arab Saudi.
Sudan dilanda pertempuran antara Angkatan Darat dan RSF sejak pertengahan April dalam konflik yang menewaskan hampir 1.000 warga sipil dan melukai 5.000 lainnya, menurut petugas medis setempat.
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) memperkirakan konflik tersebut telah membuat lebih dari 2,2 juta orang mengungsi.
Beberapa inisiatif gencatan senjata diumumkan selama periode terakhir. Namun, pihak yang bertikai saling menuduh telah melanggar perjanjian gencatan senjata. (T/R7/RS2)
Baca Juga: Yunani dan Israel Bahas Hubungan Militer di tengah Berlangsungnya Genosida di Gaza
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Netanyahu Tunjuk Direktur Baru Shin Bet