Jakarta, MINA – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (12/8). Rupiah ditutup di level Rp17.877 per dolar AS, turun 16 poin atau sekitar 0,09 persen dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya sebesar Rp17.861.
Pelemahan tersebut terjadi setelah rupiah pada awal perdagangan sempat bergerak menguat. Data pasar menunjukkan rupiah dibuka di sekitar Rp17.848 per dolar AS, sebelum kembali tertekan hingga akhir perdagangan.
Di sisi lain, Bank Indonesia mencatat kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada Rabu berada di level Rp17.876 per dolar AS. Angka tersebut naik dibandingkan JISDOR Selasa (11/8) yang berada di Rp17.824 per dolar AS.
Pergerakan rupiah berlangsung ketika pelaku pasar mencermati sejumlah sentimen global, termasuk perkembangan konflik dan ketegangan geopolitik yang dapat memengaruhi arus modal serta permintaan terhadap aset-aset yang dianggap lebih aman.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Selain faktor eksternal, investor juga menunggu sejumlah data ekonomi Amerika Serikat dan perkembangan pasar keuangan global. Data-data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter AS dan pada akhirnya berdampak terhadap pergerakan dolar serta mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Bank Indonesia sendiri terus menekankan pentingnya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika global. BI menyatakan stabilisasi nilai tukar dilakukan antara lain melalui intervensi di pasar valuta asing, termasuk transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
















Mina Indonesia
Mina Arabic