Jakarta, MINA – Nilai tukar rupiah menunjukkan tren penguatan terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) di pasar valuta asing transaksi keuangan domestik pada Senin (12/10).
Pergerakan mata uang AS mengalami penurunan tipis hingga menyentuh kisaran Rp17.883 per dolar AS, mengindikasikan adanya ruang respons positif bagi pergerakan mata uang Garuda.
Penurunan nilai tukar dolar AS tersebut dipengaruhi oleh dinamika pasar keuangan global serta kehati-hatian para pelaku pasar dalam mencermati proyeksi arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral AS.
Selain faktor eksternal, stabilitas indikator makroekonomi nasional dan intervensi terukur otoritas moneter turut menjadi penopang utama dalam menjaga pergerakan kurs rupiah tetap terkendali.
Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar
Para analis keuangan memperkirakan pergerakan kurs valuta asing masih akan berfluktuasi secara dinamis seiring berkembangnya sentimen pasar perdagangan global dan data ekonomi kawasan.
Penguatan stabilitas kurs rupiah ini diharapkan mampu menjaga efisiensi harga komoditas impor serta memberikan kepastian bagi iklim investasi dan aktivitas perdagangan nasional. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
















Mina Indonesia
Mina Arabic