Rusia Bantah Pesawatnya Serang Konvoi Bantuan PBB

Moskow, 19 Dzulhijjah 1437/21 September 2016 (MINA) – Kementerian Pertahanan Rusia secara resmi membantah pernyataan beberapa pihak yang menuding jet tempurnya menyerang konvoi bantuan belasan truk di dekat kota Aleppo, Suriah utara.

“Pasukan udara Rusia dan Suriah tidak melakukan gangguan terhadap konvoi bantuan PBB di pinggiran barat daya Aleppo,” kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Rusia, Selasa (20/9).

Konashenkov mengatakan, serangan malam sebelumnya tidak tampak berasal dari serangan udara.

Kelompok relawan Pertahanan Sipil Suriah yang juga dikenal sebagai White Helmets yang beroperasi di daerah-daerah yang dikuasai oposisi, telah mengunggah ke jaringan sosial gambar beberapa kendaraan bantuan kemanusian yang terbakar.

Sebuah video dari serangan itu menunjukkan adanya bola api besar di langit malam ketika ambulans tiba di tempat kejadian.

“(Militer Rusia) hati-hati mempelajari rekaman video dari apa yang disebut aktivis dari tempat kejadian dan menemukan ada tanda-tanda bahwa amunisi menghantam konvoi,” kata Konashenkov, demikian Al Jazeera memberitakan yang dikutip MINA.

Juru Bicara Kementerian mengatakan, semua yang ditampilkan pada video adalah konsekuensi langsung dari kargo yang terbakar. Menurut Konashenkov, video itu dimulai dengan cara yang aneh bersamaan dengan militan oposisi Suriah melakukan serangan besar-besaran di Aleppo.

Sementara Amerika Serikat (AS) mengatakan, tidak jelas apakah serangan itu dari sebuah pesawat Rusia atau Suria yang melanda 31 truk konvoi bantuan PBB pada Senin.

Namun, para pejabat AS menyalahkan Moskow, sekutu utama Presiden Suriah yang diperangi, Bashar Al-Assad.

Setelah serangan terhadap konvoi bantuan pada Senin, PBB mengatakan telah menangguhkan semua gerakan konvoi bantuan di Suriah.

Peter Maurer, Presiden Komite Internasional Palang Merah mengatakan, serangan itu bisa memiliki “dampak serius” pada pekerjaan kemanusiaan di negara itu. (T/P001/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)