Rusia dan Iran Tingkatkan Kerjasama Bilateral Keamanan dan Perdagangan

Samarkand, MINA – Rusia dan Iran sedang menyelesaikan perjanjian besar baru yang akan meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat kemitraan strategis di bidang keamanan dan perdagangan.

Hal itu diungkapkan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang memuji berkembangnya hubungan dengan Teheran saat ia bertemu Presiden Iran Ebrahim Raisi, di sela-sela KTT Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Samarkand, Uzbekistan pada Kamis (15/9), Anadolu melaporkan.

Putin mengatakan, Iran segera bergabung dengan SCO,  sebagai anggota penuh, sebuah kelompok keamanan yang dibentuk oleh Beijing dan Moskow,

Untuk ini Iran menandatangani Memorandum of Commitment pada Rabu (14/9) untuk keanggotaan tetapnya di organisasi regional itu.

Putin menambahkan bahwa omset perdagangan kedua negara telah tumbuh selama bertahun-tahun.

“Pekan depan, delegasi bisnis besar yang melibatkan sekitar 80 perusahaan Rusia akan melakukan perjalanan ke Iran, dan hubungan antar kawasan terus berkembang,” kata Putin.

Sementara itu, Raisi menyebut hubungan dengan Rusia “strategis”, dan berterima kasih kepada Putin atas kontribusi Moskow dalam memfasilitasi proses aksesi Iran ke SCO.

“Semua anggota akan mendapat manfaat dari keanggotaan Iran,” kata Raisi.

Raisi mengecam sanksi AS terhadap Iran dan Rusia, dengan mengatakan tindakan AS itu hanya memperkuat hubungan antar negara.

“Kami percaya bahwa, dengan kemitraan yang baik yang sedang berkembang atau telah berkembang antara Republik Islam Iran dan Federasi Rusia, kami dapat membuat langkah maju yang baik untuk memastikan sepenuhnya kepentingan negara kami,” ujarnya.

Tentang kemungkinan kebangkitan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015, Raisi mengatakan, Teheran tidak akan pergi dan tidak akan pernah meninggalkan meja perundingan.

“Telah terbukti kepada semua orang, seluruh dunia tahu bahwa kesalahan Amerika Serikat tidak dapat dinegosiasikan, mereka melanggar semua kewajiban,” katanya.

Ia menambahkan, dan tentunya semua orang melihat bahwa Uni Eropa juga pasif, mereka tidak bisa memenuhi janji mereka. (T/R6/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)