Rusia Mulai Tarik Pasukannya dari Suriah

Presiden Rusia Vladimir Putin rapat dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, Senin (14/3) di Kremlin. (Foto: AA)
Presiden Rusia Vladimir Putin rapat dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, Senin (14/3) di Kremlin. (Foto: AA)

Moskow, 6 Jumadil Akhir 1437/15 Maret 2016 (MINA) – Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan pada Senin, Rusia akan mulai menarik pasukannya dari Suriah Selasa (15/3).

“Saya berpikir bahwa tugas Kementerian Pertahanan umumnya terpenuhi. Itulah sebabnya saya berpesan untuk memulai penarikan sebagian besar kelompok militer kami dari Suriah mulai besok,” lapor kantor berita Rusia TASS mengutip perkataan Putin.

Pernyataan itu disampaikan pada pertemuan dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov. Demikian Anadolu Agency memberitakan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Baca Juga:  Banjir Kembali Melanda Afghanistan, 50 Orang Tewas

Namun, basis Rusia di Tartus dan Khmeimim, Suriah, dapat terus beroperasi dalam kegiatan rutin.

Menurut Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, Putin juga membahas dan mengkoordinasikan keputusan awal penarikan pasukannya dari Suriah dengan sejawatnya Presiden Bashar Al-Assad.

Sementara itu, kantor berita SANA mengatakan, Rusia dan rezim Suriah telah sepakat untuk mengurangi keberadaan angkatan udara Rusia di Suriah.

“Setelah sukses Angkatan Darat Suriah dalam memerangi terorisme dan mendapatkan kembali keamanan dan keselamatan bagi banyak daerah di Suriah yang bekerjasama dengan angkatan udara Rusia, Presiden Assad dan Putin sepakat selama percakapan telepon untuk mengurangi jumlah angkatan udara Rusia di Suriah,” kata SANA.

Pengurangan sejalan dengan dimulainya putaran baru pembicaraan untuk menyelesaikan krisis Suriah yang dimulai di Jenewa, Senin.

Baca Juga:  Banjir Kembali Melanda Afghanistan, 50 Orang Tewas

Rusia meluncurkan intervensi militer di Suriah pada akhir September tahun lalu, setelah permintaan resmi oleh rezim Assad. (T/P001/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Wartawan: Rudi Hendrik

Editor: Ismet Rauf