Rusia Sambut Kemenangan Assad dalam Pemilu Suriah

Presiden Suriah Bashar Assad melambai kepada para pendukungnya di tempat pemungutan suara saat pemilihan Presiden di kota Douma, di wilayah Ghouta timur, dekat ibu kota Suriah, Damaskus, Suriah, Rabu, 26 Mei 2021. (Foto AP / Hassan Ammar)

Moskow, MINA – Rusia pada hari Jumat (28/5) menyambut baik kemenangan Presiden Suriah Bashar al-Assad, setelah Assad mengklaim terpilih kembali dengan kemenangan telak dalam pemilu yang dikritik oleh oposisi dan negara-negara Barat.

“Kemenangan yang menentukan dimenangkan oleh kepala negara yang sedang menjabat,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan.

“Kami memandang pemilu sebagai urusan kedaulatan Republik Arab Suriah sendiri dan sebagai langkah penting untuk memperkuat stabilitas dalam negeri-nya,” tambahnya, Nahar Net melaporkan.

Pemungutan suara kontroversial yang memperpanjang kekuasaan Assad itu adalah yang kedua sejak dimulainya konflik sipil selama satu decade, yang telah menewaskan lebih dari 388.000 orang, membuat jutaan orang mengungsi, dan menghancurkan infrastruktur negara.

Menjelang pemilu, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia mengatakan, pemungutan suara itu “tidak bebas dan tidak adil”, dan oposisi yang terfragmentasi di Suriah.

Rusia telah menjadi sekutu utama pemerintah Suriah dalam konflik tersebut. Intervensi Rusia dalam perang pada September 2015 dipandang telah mengubah peta pertempuran untuk mendukung Assad.

Kementerian Luar Negeri Rusia menggambarkan, pernyataan Barat yang mempertanyakan validitas pemilu sebagai “upaya lain untuk campur tangan dalam urusan internal Suriah dengan tujuan mengacaukannya.”

“Tidak ada yang memiliki hak untuk mendikte Suriah kapan dan dalam kondisi apapun Suriah  harus memilih kepala negaranya,” katanya. (T/RI-1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)