Pemimpin Komunitas Muslim di AS Diskusikan Program Ramadhan

Oleh Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior MINA News Agency

Para Pemimpin Komunitas Islam di Amerika Serikat yang berbasis di negara bagian Pennsylvania, mulai mendiskusikan kemungkinan program Ramadhan jika Covid-19 masih mewabah.

Imam dan pemimpin komunitas Muslim setempat mengatakan, akan sangat tergantung pada masjid masing-masing, layanan Ramadhan dapat saja dibatalkan atau diubah metode lain atau tetap sesuai rencana, kata Aliya Khabir, konsultan utama AZK Communications.

“Kami memprediksi pada 24 April akan menjadi hari pertama Ramadhan di sini. Kami berharap virus ini telah berakhir, pada saat itu kami tetap sedang bersiap untuk hal yang terburuk,” ujarnya. Philadhelphia Tribune melaporkan, Jumat (27/3).

“Apa yang saya ketahui adalah bahwa para imam dan dewan masjid  telah berbincang hampir setiap hari melalui telepon untuk membahas langkah-langkah selanjutnya. Mengingat perkembangan situasi dunia, nasional, dan lokal yang dapat berubah setiap jam,” lanjutnya.

Ia menambahkan, para pemuka Islam juga sedang mengkaji bagaimana mengatasi pandemi ini dari sudut pandang agama Islam dan mematuhi apa yang dikatakan pejabat kesehatan.

Khabir menambahkan, setiap masjid merespon wabah vcorona virus secara berbeda, tergantung pada keadaan wilayah mereka.

“Beberapa masjid mungkin lebih lengkap, dan yang ideal adalah terus melayani masyarakat dengan salat berjamaah dan kajian. Masjid-masjid lain mungkin saja menunda program, tetapi akan terbuka untuk waktu salat tarawih. Ada juga yang lain akan terbuka hanya pada salat Jumat,” imbuhnya.

Idris Abdul-Zahir, Imam Masjidullah, mengatakan sampai sekarang, tidak ada rencana untuk mengubah jadwal kegiatan Ramadhan.

“Kami tidak ingin memproyeksikan perubahan sejauh ini, karena hal ini berubah hampir setiap hari,” katanya.

“Kami tidak memiliki rencana untuk membatalkan, terutama iftar (buka bersama) setiap malam dan kami melaksanakan salat tarawih tiap malam yang biasanya sekitar satu jam. Ini pasti akan menjadi waktu yang menantang. Saya biasanya bertemu dengan tim kepemimpinan kami dan membuat keputusan yang terbaik untuk masyarakat,” lanjutnya.

Suetwedien Muhammad, imam Masjid Muhammad mengatakan bahwa jadwal Ramadhan-nya akan tetap.

“Tidak akan ada perubahan dalam jadwal Ramadhan, kita akan melakukan Ramadhan setiap hari, memberi buka bagi orang-orang yang berpuasa tiap sore, melaksanakan salat malam, bertadarus Al-Quran. Kita tidak mengubah jadwal Ramadhan sedikit pun,” ujarnya.

Ia menambahkan, bagi warga yang lemah dan memiliki gejala flu, akan didorong untuk tetap tinggal di rumah.

Jaga Kebersihan

Idris Abdul-Zahir, Imam Masjidullah, menambahkan bahwa pengurus masjid membersihkan masjid dengan saksama dan teratur, sesuai standar pencegahan virus yang diperintahkan dalam Islam.

“Kami memiliki tim yang melakukan pembersihan rutin,  menggunakan disinfektan di karpet dan menyedot debu. Itu terjadi empat kali sehari,” katanya.

“Ini sudah menjadi bagian dari agama kita yang sangat menekankan ritual pembersihan, seperti saat berwudhu, dengan mencuci tangan, wajah, mulut, hidung, rambut dan kaki sebelum doa. Kemudian pada hari Jumat, ada mandi besar sebelum datang ke masjid,” ujarnya.

Khabir menambahkan bahwa “pemurnian adalah fondasi Islam,” dan jika umat Islam mematuhi apa yang diperlukan, mereka, secara default, sejalan dengan apa yang direkomendasikan untuk menghindari COVID-19.

Aliya Khabir, konsultan utama AZK Communications Philadhelphia, AS, mengatakan, umat Muslim setidaknya harus mencuci tangan setidaknya 20 kali sehari semalam, sebelum shalat lima waktu dan  sebelum makan.

“Kami umat Islam sudah terbiasa mempraktikkan menjaga jarak fisik antara lawan jenis yang tidak terkait (bukan mahram). Ini sudah menjadi dasar dari iman kami, dan ini mengingatkan kita semua bahwa Islam itu sempurna dan jika kita semua mengikuti tradisi-tradisi itu, maka vitus itu akan berlalu,” ujarnya.

Masjid-masjid juga menawarkan makanan kepada masyarakat, serta akses komputer dan internet bagi kaum muda untuk menyelesaikan tugas sekolah.

“Kami semua pengurus masjid ingin ini bisa menjadi Ramadhan terbaik dalam hidup kita,” kata Khabir.

Ia juga mengajak umat Islam di negaraya dan di duia untuk memanfaatkan momentum keagamaan pada bulan suci Ramadhan dengan kegiatan terbaik, dengan fokus pada puasa Ramadhan yang berkualitas,” lanjutnya.

Masyarakat hendaknya selalu diedukasi bagaimana puasa yang berbobot, mengapa berpuasa, apa manfaat puasa dan sebagainya.

“Kita harus memperhatikan ini, agar pengorbanan puasa hanya untuk Allah bukan sebagai beban. Namun semuanya sebgai kesempatan untuk berhubungan kembali dengan keluarga, agama dan untuk mengingatkan kita tentang betapa agungnya Islam,” ujarnya. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Ageny (MINA)