Sabar Itu, Akan Indah pada Waktunya (Oleh: Bahron Ansori)

Oleh Bahron Ansori, wartawan MINA

Mengucapkan sabar, mungkin mudah saja di lisan. Namun dalam prakteknya, tidak semudah mengucapkannya. Sabar, menuntut kesungguhan jiwa pemiliknya. Selain itu, sabar merupakan satu di antara beberapa rahasia datangnya pertolongan Allah. Tentang sabar ini, dalam sebuah hadits, dari Abu Sa’id Al-Khudri, Ra.  bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنْ الصَّبْرِ

“Siapa yang sungguh-sungguh berusaha untuk bersabar maka Allah akan memudahkan kesabaran baginya. Dan tidaklah seseorang dianugerahkan (oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala) pemberian yang lebih baik dan lebih luas (keutamaannya) dari pada (sifat) sabar.” (HR. Al-Bukhâri No. 6105 dan Muslim No. 1053)

Setidaknya, ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari hadits di atas, antara lain sebagai berikut.

Pertama, hidup yang singkat ini tak selamanya berjalan tanpa aral (tidak selalu mulus dan mujur), tetapi akan banyak masalah dan ujian yang pasti akan dihadapi dan dialami dalam kehidupan ini. Karena itu, kunci sukses melalui semua ujian itu adalah dengan sabar.

Sabar menerima dan menjalani segala bentuk ujian hidup, bukan berarti diam tanpa gerak, tapi ada usaha yang dilakukan untuk mengatasi dan menyelesaikan ujian hidup itu. Siapa yang bersabar, akan mendapatkan kemenangan dan ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Puncaknya orang yang sabar akan mendapatkan balasan surga-Nya yang mulia.

Kedua, orang yang bersabar, dialah yang beruntung, karena dia telah melaksanakan ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan mengharapkan balasan dari-Nya dan kemenangan itu bersama orang yang bersabar.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran. Bersama kesempitan pasti akan ada jalan keluar. Bersama kesusahan pasti akan ada kemudahan.” (HR. Abdu bin Humaid di dalam Musnadnya  No. 636)

Ketiga, sabar adalah pilar kebahagiaan seorang hamba, dengan kesabaran itulah seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan hidup.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh menakjubkan perilaku orang Mukmin. Semua keadaan adalah baik baginya. Jika memperoleh kesenangan dia bersyukur, dan yang demikian itu adalah baik baginya. Dan jika dia ditimpa kesusahan, dia bersabar, dan yang demikian itu adalah baik baginya. Perilaku seperti itu hanya ada pada diri seorang Mukmin.” (HR. Muslim)

Keempat, Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Allah Azza wa Jalla menjadikan sikap sabar itu ibarat kuda pacu yang tak pernah terperosok, bagaikan pedang tajam yang tak pernah tumpul, seperti bala tentara yang selalu menorehkan kemenangan lagi tak terkalahkan. Ia tak ubahnya seperti benteng kokoh yang tidak bisa dihancurkan ataupun retak. Sabar dan kemenangan adalah dua saudara kembar (yang selalu bersanding tak terpisahkan).”

Sabar juga menjadi kunci rahasia seorang hamba untuk mendapatkan pertolongan dari Allah Ta’ala. Hal itu seperti digambarkan dalam Quran surat al Baqarah ayat 45 yang artinya, “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat….” (Qs. Al-Baqarah: 45)

Tidak ada kekuatan lain untuk mendapatkan pertolongan dan kemenangan dari Allah kecuali dengan sabar dan menegakkan sholat. Hamba yang sabar, akan membuat Allah mencintainya. Begitu juga seorang hamba yang menegakkan sholat, maka kemenangan dan pertolongan Allah akan menyertainya.

Dengan sabar juga, seorang muslim tidak akan pernah terkena tipu daya musuh-musuh Islam sedikitpun. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya, “Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikitpun…… “ (Qs. Ali ‘Imran : 120)

Yang lebih dahsyat lagi, Allah Ta’ala bersama dengan orang-orang yang sabar. Dalam firman-Nya disebutkan, “Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar.” (Qs. Al-Anfal : 46)

Bahkan, dalam kehidupan berjama’ah dan berimamah sekalipun, Allah Ta’ala akan menjadikan di antara hamba-Nya para pemimpin yang akan memberi petunjuk kebaikan dengan syarat selama mereka bisa bersabar. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami selama mereka sabar. Mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (Qs. As-Sajdah : 24).

Bersabar memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, tak ada pilihan lain dalam menjalani kehidupan ini bagi seorang muslim kecuali berusaha sekuat tenaga untuk bersabar atas setiap ujian yang diberikan Allah kepadanya, wallahua’lam.(A/RS3/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)