HANIYA: PERPECAHAN PALESTINA SEGERA BERAKHIR

Gaza, 22 Jumadil Akhir 1435/23 April 2014 (MINA) – Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniya menyambut kedatangan delegasi partai Fatah yang dipimpin oleh Azam Al-Ahmad dan Mustafa Barghuti di kediamannya di kamp pengungsi Shati, Kota Gaza. Delegasi Fatah tiba di Gaza, Selasa (22/4) sore waktu Gaza melalui perbatasan Erez, Bayt Hanoun setelah sempat dihadang oleh pasukan Israel.

Dalam sambutannya, Haniya menyampaikan selamat datang kepada rombongan tersebut ke rumah dan tanah air mereka. “Selamat datang kepada anda semua, anda berada di rumah anda sendiri, berada di tanah anda, tanah Gaza yang merupakan bagian dari tanah Palestina” sambut Haniya.

“Kita sama-sama sedang menuju ke arah yang sama dan perpecahan ini sedang memasuki detik detik terakhirnya,” kata Haniya. “Gerakan kami tidak khawatir terhadap diadakannya pemilu karena pemilu adalah satu-satunya jalan dalam membangun pemerintahan bersama,” tegasnya.

Lebih Lanjut Haniya menegaskan bahwa strategi dalam mengakhiri perpecahan difokuskan kepada pembentukan pemerintahan dan berbagai agenda politik yang telah disepakati serta kesepakatan terhadap kebijakan politik, lapor Tim Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Jalur Gaza.

Haniya juga menyatakan bahwa permasalahan Palestina sedang melintas di tahapan yang paling berbahaya dan perpecahan ini harus segera diselesaikan. “Berbagai tantangan yang ada telah mengharuskan kita untuk melihat kepada manajemen dan kebijakan terpadu serta niat niat yang tulus karena waktu tidak lagi mentolerir perpecahan lebih lanjut,” kata Haniya.

Lebih lanjut Haniya menyatakan keinginannya untuk mencapai keberhasilan yang nyata dalam rekonsiliasi kali ini. Tahapan kali ini adalah tahapan pelaksanaan dan bukan tahapan dialog atau usaha penyatuan pemahaman. “Saya menyeru untuk segera memulai pelaksanaan setiap kesepakatan yang telah di tanda tangani di kairo dan doha. Kondisi palestina mengharuskan kita memperkuat barisan Negara palestina dan pengkristalan berbagai fraksi nasional”. pungkasnya.

Gayung bersambut, Azam Al Ahmad selaku Ketua Delegasi Fatah untuk rekonsiliasi juga menyatakan, bahwa kedatangan rombongan kali ini bukan untuk dialog namun untuk memulai pelaksanaan. “Kita tidak perlu lagi dialog, yang kita perlukan adalah memulai pelaksanaan,” kata Azam. Lebih lanjut Azam Al Ahmad menyatakan bahwa Palestina harus memiliki kehendak yang satu untuk menutup lembaran perpecahan dan agar bisa melaksanakan hal yang telah disepakati sebelumnya.

Keberpihakan Amerika terhadap kepentingan Israel adalah hal yang menghambat proses rekonsiliasi. Setelah pembentukan pemerintahan bersama yang mengarah kepada satu otoritas, seluruh rakyat Palestina akan melihat kepada persatuan negara yang sesungguhnya.

Dalam pertemuan tersebut, turut menyambut kedatangan delegasi, Ketua DPR Palestina Ahmad Bahar, Wakil Ketua Biro Politik Hamas Musa Abu Marzuk dan pejabat tinggi Hamas lainnya. (L/KJ/P01).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0