Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sambut Ramadhan dengan Bekal Ilmu, Taubat dan Doa

Zaenal Muttaqin Editor : Rudi Hendrik - Kamis, 13 Februari 2025 - 11:36 WIB

Kamis, 13 Februari 2025 - 11:36 WIB

46 Views

Ilustrasi (Foto: General AI)

RAMADHAN, bulan suci yang penuh berkah bagi umat Islam, selalu dinantikan kehadirannya setiap tahun. Bulan ini bukan sekadar waktu untuk berpuasa, tetapi juga momen untuk merefleksikan diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Namun, untuk meraih manfaat maksimal dari Ramadhan, persiapan yang matang sebelum memasuki bulan suci ini sangatlah penting.

Lalu, mengapa persiapan ini begitu krusial, dan bagaimana sebaiknya kita mempersiapkan diri?

Bekal Ilmu: Pondasi Ibadah yang Bermakna

Baca Juga: Ayah sebagai Teladan: Menginspirasi Generasi Berikutnya

Bekal ilmu adalah hal pertama yang harus dipersiapkan. Tanpa ilmu, ibadah yang kita lakukan bisa menjadi sia-sia atau bahkan merusak.

Sebagaimana dikatakan oleh Umar bin ‘Abdul ‘Aziz,

مَنْ عَبَدَ اللهَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ  

 “Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.” (Al Amru bil Ma’ruf, hal. 15).

Baca Juga: Sejarah Masjid Al-Aqsa: Kiblat Pertama Umat Islam

Ilmu menjadi penting karena tanpa pemahaman yang benar tentang hukum puasa, bisa saja puasa kita menjadi tidak sah.

Tanpa mengetahui sunnah-sunnah yang dianjurkan selama puasa, kita mungkin kehilangan peluang untuk meraih pahala yang besar.

Begitu pula, jika kita tidak memahami hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa, bisa jadi yang kita dapatkan hanyalah rasa lapar dan dahaga, tanpa makna spiritual yang mendalam.

Selain itu, ibadah tidak hanya memerlukan niat yang ikhlas, tetapi juga harus sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Baca Juga: Peran Media dalam Mengungkap Konflik Palestina

Artinya, setiap ibadah yang kita lakukan harus memiliki dasar dalil yang jelas. Oleh karena itu, mempelajari ilmu agama sebelum Ramadhan tiba adalah langkah awal yang tidak boleh diabaikan.

Banyak Taubat: Membersihkan Hati Menyambut Ramadhan

Taubat adalah langkah penting kedua dalam persiapan menyambut Ramadhan. Para ulama menganjurkan untuk memperbanyak taubat dan istighfar sebelum memasuki bulan suci ini.

Dengan taubat, kita berusaha meninggalkan segala keburukan yang pernah dilakukan dan menggantinya dengan kebaikan di bulan Ramadhan.

Baca Juga: Mempertahankan Kefitrahan Manusia

Menurut Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya, taubat yang sejati (taubat nashuha) meliputi beberapa hal:

1. Menghindari dosa untuk saat ini.

2. Menyesali dosa yang telah lalu.

3. Bertekad tidak mengulanginya di masa depan.

Baca Juga: 10 Sebab Kenapa Amerika Sering Bantu Israel

4. Jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka harus mengembalikan hak tersebut atau meminta keridhaannya. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14:61).

Taubat bukan sekadar ucapan, tetapi juga tindakan nyata untuk memperbaiki diri. Salah satu doa yang bisa kita panjatkan untuk memohon ampunan adalah:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى وَجَهْلِى وَإِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى جِدِّى وَهَزْلِى وَخَطَئِى وَعَمْدِى وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِ 

Artinya: “Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupun sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan.” (HR. Bukhari no. 6398 dan Muslim no. 2719).

Baca Juga: Masjid Agung Jawa Tengah, Perpaduan Arsitektur Jawa, Arab, dan Eropa

Memohon Kemudahan dari Allah: Kekuatan Doa dalam Ibadah

Selain ilmu dan taubat, kita juga harus menyadari bahwa kemudahan dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan adalah anugerah dari Allah.

Manusia adalah makhluk yang lemah, dan hanya dengan bergantung kepada-Nya, kita bisa meraih kekuatan untuk beribadah dengan baik.

Oleh karena itu, memohon kemudahan melalui doa adalah langkah penting dalam persiapan Ramadhan.

Baca Juga: 12 Faktor, Fakta dan Data Kehancuran Israel

Berikut adalah beberapa doa yang bisa kita panjatkan untuk memohon kemudahan dalam beribadah: 

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan Engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.” (HR Ibnu Hibban).

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ  

Baca Juga: 10 Daftar Kejahatan Amerika dan Israel Terhadap Palestina

Artinya: “Ya Allah, aku memohon pada-Mu agar mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran.” (HR. Tirmidzi).

Dengan memohon kemudahan dari Allah, kita berharap bisa menjalankan ibadah puasa, shalat malam, sedekah, tilawah Al-Qur’an, dan amalan lainnya dengan penuh kekuatan dan keikhlasan.

Sambut Ramadhan dengan Sukacita dan Persiapan yang Matang

Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, namun untuk meraih keberkahan tersebut, persiapan yang matang sangat diperlukan.

Baca Juga: Melanjutkan Amal Profesional di Bulan Syawwal

Dengan bekal ilmu, taubat, dan doa, kita bisa menyambut Ramadhan dengan penuh suka cita dan harapan. Semoga Allah menjadikan Ramadhan kita lebih baik dari sebelumnya, dan kita bisa meraih derajat takwa yang lebih tinggi.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ وَاجْعَلْهُ شَهْرَ خَيْرٍ وَبَرَكَةٍ  

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Ramadhan dan jadikanlah bulan ini sebagai bulan kebaikan dan keberkahan.”

Allahu a’lam. []

Baca Juga: Ketupat, Apa Artinya?

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Khutbah Jumat
Ramadhan 1446 H
Kolom
Kolom
Ramadhan