“Santri Writer Summit” Ajak Santri Sebarkan Kedamaian Lewat Literasi

Jakarta, MINA – Dalam rangka mendorong kreatifitas di bidang tulis-menulis, Santrinulis sebagai sebuah platform yang bergerak dalam bidang literasi mengadakan kegiatan Santri Writer Summit (SWS) 2017 dengan mengangkat tema “Write For Peace: Spreading Peace Through Literature”.

Acara dalam rangka  memperingati Hari Santri Nasional 2017 ini akan diselenggarakan pada 28-29 November mendatang di Auditorium Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

“Jumlah delegasi pondok pesantrren yang mendaftar, sudah melebihi kuota yang kita sediakan, kita hanya menerima 50 dari Jabodetabek dan Jawa,” kata panitia SWS, Nur Sehah kepada Mi’raj News Agency (MINA), Jumat (20/10).

Peserta SWS 2017 merupakan Santri berusia 16 – 21 tahun yang aktif dan peduli terhadap isu yang ada di masyarakat maupun isu global.

Acara ini akan dihadiri oleh Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama RI) sebagai keynote speaker. Habiburrahman El-Shirazy (Novelis No. 1 Indonesia) yang akan membahas “Fenomena Budaya Literasi di Kalangan Ulama”, Prie GS (Budayawan, Sastrawan, Wartawan) yang akan membahas “Pengaruh Literasi terhadap Diskursus Kemanusiaan”, Ibrahim Malik (YSEALI-Washitngton, ICBAU-Paris, Jenesys-Tokyo ) yang akan membahas “Santri di kancah Internasional”. Abdul Wahab (CEO Santrionline) yang akan membahas “Tren Literasi dan Santri Milenial”.

Acara yang bekerja sama dengan MINA sebagai media partner ini akan berlangsung selama 2 hari, yaitu Sabtu-Minggu, 28-29 Oktober 2017 dengan diikuti oleh 50 delegasi pesantren se-Indonesia. Peserta akan menginap selama 2 hari 2 malam dengan biaya selama acara ditanggung oleh pihak penyelenggara.

Di hari pertama, peserta akan diberikan kesempatan untuk bertemu dan berdiskusi langsung dengan narasumber yang juga merupakan seorang santri, penulis, sastrawan, budayawan, ataupun aktivis. Di hari kedua, peserta akan melakukan diskusi secara fokus membahas peran santri terhadap isu-isu perdamaian dan diskursus kemanusiaan. Diskusi ini membahas beberapa tema yang telah ditentukan dengan tema utama  “Islam dan perdamaian”.

“Acara ini merupakan upaya mendorong para santri untuk terlibat dalam penyebaran pesan perdamaian melalui media literasi dengan memberikan valuable insight tentang santri dan tren literasi dalam era global ini. Tentunya, pertimbangan kami adalah ingin memberikan wawasan kepada para santri (yang seringkali dianggap sebagai unit masyarakat tradisional) bahwa mereka juga memiliki kapabilitas untuk menjadi agen perubahan, salah satunya melalui media tulisan,”  demikian panitia.

Santri Writer Summit 2017 adalah sebuah konferensi santri nasional pertama di Indonesia yang diselenggarakan oleh Santrinulis bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Diniyah & Pontren Kementerian Agama RI sebagai salah satu agenda dari peringatan “Hari Santri Nasional 22 Oktober”. (L/P3/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)