SAPUHI Tolak Rekam Biometrik VFS Tasheel untuk Visa Umrah

Jakarta, MINA – Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI) menolak pemberlakuan Rekam Biometrik oleh VFS Tasheel sebagai salah satu persyaratan penerbitan Visa Umroh yang diterapkan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi (KBSA) dengan beberapa alasan penolakan yang ditemukan di lapangan.

“Sehubungan dengan telah berjalannya proses rekam biometrik oleh VFS Tasheel sebagai salah satu persyaratan Visa Umroh, SAPUHI menyampaikan penolakan karena mempertimbangkan beberapa alasan seperti lokasi, sarana dan prasarana, peralatan, sdm, dan lainnya,” kata Ketua Umum SAPUHI Syam Resfiadi sebagaimana keterangan pers di Jakarta yang diterima MINA, Kamis (7/2).

Syam menjelaskan, lokasi kantor VFS Tasheel dipandang tidak strategis sehingga masyarakat terutama yang dari luar provinsi sulit menjangkau lokasi VFS Tasheel.

Baca Juga:  Umat Islam Banjarnegara Lakukan Aksi Long March Bela Palestina

Belum lagi kantor VFS Tasheel baru tersedia di beberapa daerah di Indonesia dan belum tersebar secara merata di 34 Provinsi dan Kabupaten di seluruh Indonesia.

“Struktur wilayah Indonesia yang sangat luas dan dan terdiri dari pPulau-pulau menyebabkan kendala tersendiri dalam penerapan proses perekaman biometriK ini,” ujar Syam.

Dia menyampaikan pandangan serta usulan dari SAPUHI sebaiknya jika VFS Tasheel tetap akan beroperasi di Indonesia maka cukup satu Operational Office yaitu di bandara international.

“Dengan kata lain hasil rekam biomterik ini bukan menjadi salah satu persyaratan penerbitan visa umrah dan rekam biometrik diambil setelah terbitnya visa umroh,” imbuh Syam.

Pada sarana dan prasarana, lanjut dia, kondisi kantor tidak memadai di mana sangat minimnya ruang pelayanan seperti ruang tunggu yang kecil dan tidak ada ruang sholat.

Baca Juga:  ICMI Kota Bekasi Kolaborasi Wujudkan Indonesia Emas

Selain itu, fasilitas pendukung seperti komputer sangat minim, hal ini sangat berpengaruh terhadap pelayanan bagi jamaah mengingat jamaah umroh yang berasal dari Indonesia dapat dibilang bukanlah jumlah yang sedikit dari data tahunan musim umroh yang telah berjalan.

Pada SDM, menurut Syam, sumber daya manusia yang diberdayakan di Kantor VFS Tasheel belum mumpuni atau profesional, sehingga dibutuhkan peningkatan Kualitas SDM lagi.

Selaon itu, hal-hal yang lain yang harus diperhatikan oleh VFS Tasheel dan butuh adanya perbaikan diantaranya jumlah antrian yang panjang dalam proses rekam biometrik serta adanya perubahan USER ID yang dilakukan tanpa kordinasi dan lambatnya respon yang dilakukan staff VFS Tasheel

Baca Juga:  Muhammadiyah-BPKH Atasi Stunting Lewat Daging Kurban

“Sistem appointment VFS yang sering kali terjadi gangguan,” tambahnya.

Syam menilai hal ini mesti harus diperhatikan bersama oleh intansi-instansi terkait agar menjadi pembenahan untuk membentuk sistem pengurusan proses pemberangkatan jamaah umroh yang lebih baik kedepannya.(L/R01/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Rana Setiawan

Editor: Ismet Rauf