Satgas Covid-19 Ingatkan Masyarakat Bijak Sikapi Libur Isra Mi’raj

Foto: Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito

Jakarta, MINA – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, adanya periode libur panjang Isra Mi’raj 1442 Hijriah, diharapkan agar masyarakat lebih bijak dalam memanfaatkan hari liburnya.

“Sehingga tidak mempengaruhi tren penurunan kasus aktif Covid-19 di Indonesia yang saat ini terus menurun setiap harinya,” ujarnya saat melaporkan perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, demikian keterangan tertulis diterima MINA, Sabtu (13/3).

“Hal ini memperlihatkan bahwa penangangan terhadap mereka yang terjangkit Covid-19 sudah ditangani dengan baik. Tren penurunan kasus aktif ini harus terus dijaga, agar nantinya kasus aktif dapat hilang,” lanjutnya.

Selain terus meningkatkan penanganan pada kasus aktif, pemerintah terus memonitoring perkembangan kasus kematian akibat Covid-19. Hal ini agar pemerintah dapat mengambil langkah yang tepat dalam menekan angka kematian pasien.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, dari grafik perkembangan kasus kematian, terlihat mulai dari Maret – September 2020, kasus kematian meningkat. Lalu sempat menurun pada Oktober dan November, namun kembali mengalami tren meningkat hingga Januari 2021.

Peningkatan ini dikarenakan kontribusi adanya periode libur panjang 15 – 17 Agustus dan 20 – 23 Agustus 2020.

Sebagai perbandingan, pada bulan-bulan tanpa periode libur panjang, jumlah kematian antara 50-900 kasus. Sementara pada bulan-bulan dengan libur panjang, jumlah kematian meningkat tajam mencapai 1.000-2.000 orang.

“Bayangkan dalam satu bulan, kita bisa kehilangan lebih dari 1.000 nyawa hanya karena memilih melakukan perjalanan dan berlibur,” ujar Wiku.

“Untuk itu masyarakat dan pemerintah daerah diminta belajar lebih bijaksana lagi dalam mengambil keputusan. Dan jangan sampai keputusan yang diambil membahayakan nyawa diri sendiri dan orang lain,” tegasnya. (R/Hju/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)