Satu Warga Palestina Gugur, Puluhan Luka di Masa Gencatan Senjata

Ilustrasi: Aed Abu Amro terluka oleh tembakan tentara Israel saat ikut berdemo di dekat perbatasan Gaza dengan Israel. (Foto: Twitter @Huwaida Arraf)

Gaza, MINA – Satu warga Palestina pada Sabtu (11/5) dilaporkan gugur oleh tembakan pasukan Israel dan 30 lainnya luka-luka beberapa hari setelah gencatan senjata antara Israel dan Gaza berlaku.

Sekitar 6.000 warga Palestina ikut serta dalam demonstrasi Great March of Return di lima lokasi di sepanjang perbatasan.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menuding ratusan demonstrasi melakukan pelemparan peledak dan batu terhadap tentara di seberang pagar pembatas. Tentara IDF merespon dengan gas air mata dan sesekali tembakan langsung.

Kemeenterian Kesehatan di Gaza mengatakan, Abdullah Abed Al-Aal yang berusia 24 tahun adalah warga yang gugur di dekat kota Rafah di Gaza selatan.

Juru bicara IDF berbahasa Arab berbagi rekaman dari bentrokan di dekat Rafah di akun Twitter-nya, yang memperlihatkan orang-orang Palestina berusaha merusak pagar perbatasan.

Kementerian Kesehatan di Gaza mencatat, sebanyak 304 orang warga Palestina telah gugur oleh pasukan Israel sejak awal gerakan Great March of Return 30 Maret 2018 sampai 9 Mei 2019. Sebanyak 59 di antaranya anak-anak dan 10 wanita. (T/RI-1/B05)

Mi’raj News Agency (MINA)