Saudi Bantah Isu Larangan Haji Bagi Warga Palestina

Jakarta, MINA – Pemerintah Arab Saudi melalui kedutaan besarnya di Jakarta secara tegas membantah isu larangan warga Palestina menunaikan ibadah haji dan umrah.

Pernyataan itu disampaikan Duta Besar (Dubes) Arab Saudi di Jakarta, Osama bin Mohammed saat kunjungan silaturrahmi ke Kantor PP Muhammadiyah di Jakarta, Selasa (13/10).

“Berita ini tidak benar dan tidak ada keabsahannya. Diambil dari sumber tidak valid,” tegasnya saat temu media usai kunjungan tersebut.

Dubes Osama menjelaskan, formulasi kuota jamaah haji bagi negara-negara Islam sesuai dengan jumlah penduduknya dibagi satu per seribu.

“Palestina mendapatkan kuota haji sekitar 7.000 jamaah dari total jumlah penduduknya sekitar 7 juta jiwa. Sebanyak 1.000 jamaah haji Palestina dibiayai langsung dari Raja Salman (tamu kehormatan),” jelasnya.

Dubes Osama meminta baik media dan masyarakat tidak langsung menerima isu-isu yang beredar dan melakukan verifikasi terlebih dahulu pada sumber valid dan utama.

“Sekali lagi saya sampaikan, bahwa berita itu tidak benar. Bohong. Karena bersumber dari (media) Israel dan Inggris,” tegasnya lagi.

Tanggapan itu diutarakan Osama menyusul informasi terkait langkah Saudi yang tak lagi mengizinkan warga Palestina di Yordania, Lebanon, Israel, dan Yerusalem Timur masuk ke negaranya menggunakan paspor sementara dari Yordania atau Lebanon.

Informasi itu pertama kali diberitakan oleh Middle East Eye yang merupakan media berbasis di Inggris dan media berbasis di Israel Haaret.

Komitmen Saudi

Dubes Osama juga menekankan komitmen Pemerintah Saudi untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

“Isu Palestina adalah isu kita semua (masyarakat muslim). Karena Palestina kiblat pertama umat Islam dunia,” tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut Dubes Osama, Saudi berkomitmen untuk terus mengirimkan bantuan-bantuan kemanusiaan.

“Arab Saudi akan mendukung perjuangan Palestina di berbagai kancah politik, ekonomi, dan kemanusiaan,” ujarnya.

Arab Saudi, melalui Saud Fund for Development, baru saja mentransfer bantuan sebesar 60 juta dolar AS ke rekening Kementerian Keuangan Palestina, Ahad (11/10).

Pengiriman ini merupakan kontribusi bulanan dari Pemerintah Saudi untuk menopang anggaran Palestina untuk bulan Agustus, September dan Oktober 2017, yag perbulannya adalah sebesar 20 juta dolar.

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Osama diterima Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, dan pengurus PP Muhammadiyah Muhyiddin Junaidi.

Dalam kunjungan tersebut, mereka membahas peningkatan kerjasama pemerintah Saudi dengan PP Muhammadiyah di bidang pendidikan, budaya, agama dan ekonomi.

Mereka juga membahas soal kasus pemasangan bendera Kalimat Tauhid di rumah Habieb Riziek S di Arab Saud dan hukuman mati Tuti Tursilawati. (L/R01/B05)

Mi’raj News Agency (MINA)