Saudi dan OKI Akan Adakan Pertemuan Darurat Bahas Pembakaran Al-Qur’an di Swedia

Jeddah, MINA – Kerajaan Arab Saudi dan Presiden KTT Islam, Organisasi Kerjasama Islam () pekan depan akan mengadakan pertemuan terbuka darurat Komite Eksekutif untuk membahas pembakaran Al-Qur’an di Swedia.

Pertemuan yang akan diadakan di kantor pusat OKI di Jeddah, akan membahas langkah-langkah yang akan diambil terhadap tindakan keji itu dan untuk menyesuaikan posisi kolektif OKI pada tindakan yang diperlukan. SPA melaporkan, Kamis (29/6).

OKI sebelumnya mengutuk pembakaran salinan Al-Qur’an oleh seorang ekstremis di Masjid Pusat Stockholm di Swedia setelah shalat Idul Adha pada hari Rabu (28/6).

Dalam siaran pers Kamis, Sekjen OKI mengutuk berulangnya serangan melanggar kesucian Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam lainnya.

OKI menegaskan kembali komitmen semua negara, di bawah Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk mempromosikan, mendorong dan menghormati hak asasi manusia dan kebebasan mendasar bagi semua orang secara universal dan tanpa bentuk pembedaan apa pun, seperti ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, pendapat politik atau lainnya.

Liga Dunia Muslim (MWL) juga mengecam keras kejahatan pembakaran salinan Al-Qur’an di Stockholm itu, sebagai tindakan tercela dan memprovokasi sentimen umat Islam, terutama pada perayaan Idul Adha yang diberkati.

Dalam pernyataan Sekretariat Jenderal Liga Muslim Dunia, Sheikh Dr.

Mohammed Bin Abdulkarim Al-Issa, Sekretaris Jenderal WML dan ketua Organisasi Cendekiawan Muslim, mengecam kejahatan yang tidak masuk akal dan keji ini, yang dilakukan di bawah perlindungan polisi dan di bawah klaim mempraktekkan kebebasan berekspresi.

Dr. Al-Issa memperingatkan bahaya dari praktik-praktik ini yang mempromosikan kebencian, memprovokasi sentimen agama, dan hanya melayani agenda ekstremisme.

Di Riyadh, Pusat Internasional Dialog Antaragama dan Antarbudaya Raja Abdullah Bin Abdulaziz (KAICIID) telah menyatakan kecaman keras atas pembakaran Al-Qur’an oleh seorang ekstremis di ibu kota Swedia, Stockholm.

Dalam pernyataannya, KAICIID menyatakan penyesalan yang mendalam atas dukungan yang diberikan kepada orang-orang yang melakukan tindakan keji tersebut dalam hal ‘kebebasan berpendapat dan berekspresi.’

Ditegaskan kembali bahwa penghormatan terhadap keyakinan dan kesucian orang lain merupakan prioritas, terutama yang berkaitan dengan hak asasi manusia sebagaimana disetujui oleh konvensi PBB dan diakui oleh hukum internasional. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Ali Farkhan Tsani

Editor: Ismet Rauf

Ikuti saluran WhatsApp Kantor Berita MINA untuk dapatkan berita terbaru seputar Palestina dan dunia Islam. Klik disini.