Saudi Gunakan Spyware Israel untuk Lacak Pembangkang di Kanada

Toronto, MINA – Arab Saudi menggunakan spyware buatan Israel untuk mengawasi pembangkang yang tinggal di Kanada, Omar Abdulaziz, yang mengklaim mendapat perlindungan politik di negara itu pada tahun 2014, menurut laporan baru oleh pengamat internet Citizen Lab di Toronto.

Spyware yang bernama Pegasus, dipasarkan sebagai alat untuk menggagalkan terorisme, tetapi kritikus mengatakan bahwa itu digunakan untuk melanggar hak asasi manusia para pembangkang di seluruh dunia.

Citizen Lab mengatakan pada hari Senin (1/10), telepon Abdulaziz kemungkinan ditargetkan dan terinfeksi pada musim panas ini melalui SMS yang menyamar sebagai tautan pelacakan kemasan, demikian The New Arab melaporkan.

Setelah melakukan pembelian pada suatu pagi di Amazon, Abdulaziz menerima tautan pelacakan yang diklaim dioperasikan oleh domain sunday-deals.com yang digunakan untuk menginfeksi perangkatnya.

Citizen Lab menambahkan, setelah ponsel Abdulaziz terinfeksi spyware Pegasus, peretas memiliki akses penuh ke berbagai konten yang disimpan di ponsel, termasuk pesan, email, dan gambar. Seorang pengguna juga dapat didengarkan melalui mikrofon ponsel.

Abdulaziz mengatakan, dia menggunakan telepon terpisah, bukan yang terinfeksi oleh Pegasus, untuk menjalankan aktivismenya.

Aktivis kelahiran Saudi itu telah tinggal di Quebec sejak 2009 dan meluncurkan program YouTube yang satir ketika seorang mahasiswa di Universitas McGill mengkritik catatan hak asasi manusia Kerajaan Saudi.

Program itu memiliki 128.000 pelanggan dan videonya telah dilihat oleh jutaan orang.

Pemerintah Saudi mencabut beasiswa Abdulaziz untuk belajar di luar negeri pada tahun 2014, setelah itu ia mengajukan permohonan suaka dan diberikan izin tinggal permanen tahun itu.

Pada bulan Agustus, bulan yang sama telepon Abdulaziz diretas, pihak berwenang muncul di depan pintu rumah saudara laki-lakinya di Arab Saudi dan diancam oleh pihak berwenang.

Pihak berwenang Saudi meminta keluarga Abdulaziz untuk meyakinkannya agar berhenti men-tweet tentang apa yang sebenarnya terjadi antara Kanada dan Arab Saudi atau mereka akan mengirimnya ke penjara.

Dua saudara laki-lakinya, Ahmed dan Abdulmeguid, ditangkap pada bulan itu.

Kanada juga memicu kemarahan Arab Saudi pada Agustus lalu setelah akun Twitter resmi urusan luar negeri pemerintah menyerukan “pembebasan segera” aktivis yang ditahan, termasuk aktivis hak perempuan Samar Badawi. (T/RI-1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)