Saudi-Iran Ambil Langkah Menuju Pembicaraan Tidak Langsung

New York, MINA –  Suratkabar New York Times melaporkan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) meminta pemimpin Irak dan Pakistan berbicara dengan Iran dalam rangka ikhtiar meredakan ketegangan Saudi dengan Iran.

Arab Saudi dan Iran telah mengambil langkah-langkah menuju perundingan tidak langsung untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah, dengan meminta Irak dan Pakistan untuk berbicara dengan pimpinan Iran tentang deeskalasi. Laporan Al Jazeera, Ahad (6/10).

Dalam sebuah laporan pada hari Sabtu, NYS mengemukakan MBS meminta para pemimpin Irak dan Pakistan untuk campur tangan setelah serangan terhadap dua fasilitas minyak Saudi pada 14 September.

Amerika Serikat dan Arab Saudi menyalahkan Iran atas serangan-serangan itu, yang menghancurkan lima persen dari pasokan minyak mentah global, meskipun pemberontak Houthi Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan itu.

Namun Times melaporkan bahwa penolakan Presiden AS Donald Trump untuk memerintahkan tanggapan militer terhadap Iran, “menimbulkan pertanyaan bagi Saudi tentang komitmen AS terhadap keamanan Saudi, yang telah mendukung tata letak strategis Teluk Persia selama beberapa dekade”.

Kurangnya tindakan AS “mendorong Arab Saudi untuk mencari solusi sendiri untuk konflik,” tambahnya.

Pemerintah Saudi mengatakan kepada Times bahwa Baghdad dan Islamabad telah menawarkan untuk menengahi pembicaraan, tetapi membantah langkah itu atas permintaan MBS.

Sementara itu Teheran mengatakan terbuka untuk mengadakan pembicaraan dengan Riyadh.

“Iran terbuka untuk memulai dialog dengan Arab Saudi dan negara-negara lain di kawasan itu,” Ali Larijani, ketua parlemen Iran.

“Dialog Iran-Saudi dapat menyelesaikan banyak masalah keamanan dan politik di kawasan itu,” tambahnya.

Times, mengutip pejabat Irak dan Pakistan yang tidak disebutkan namanya, mengatakan MBS meminta Perdana Menteri Pakistan Imran Khan untuk menengahi dalam pertemuan di Jeddah bulan lalu. Kunjungan dua hari Khan berlangsung dari 19 hingga 20 September.

MBS mengatakan kepada Khan, “Saya ingin menghindari perang,” kata pejabat senior Pakistan.

Setelah itu, Khan berbicara kepada Presiden Iran Hassan Rouhani di sela-sela Majelis Umum PBB.

Ketika Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi mengunjungi Jeddah pada 25 September, MBS mengajukan permintaan yang sama, menurut seorang pejabat senior Irak yang berbicara kepada Times dengan syarat tidak disebut namanya.

Pejabat itu mengatakan Irak telah menyarankan ibukotanya, Baghdad, sebagai tempat pertemuan potensial antara pemimpin Saudi dan Iran. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)