Saudi Kurangi Alat Berat ‘Crane’ di Masjidil Haram Menjadi 13

Jeddah, 1 Ramadhan 1437/6 Juni 2016 (MINA) – Departemen Pertahanan Sipil Arab Saudi telah mengurangi jumlah alat berat ‘crane’ di Masjidil Haram dari 60 menjadi 13, dan semua crane telah diperiksa dengan ketat untuk mencegah terjadinya musibah jatuhnya crane tahun lalu yang menyebabkan 111 orang meninggal dunia dan 394 orang luka-luka.

Kementerian mengatakan, menyebarkan tim lapangan dan patroli keamanan untuk menindaklanjuti persyaratan keselamatan di proyek yang sedang berjalan di sana.

Sebuah tim berjumlah 750 orang dan 32 petugas telah ditetapkan untuk mendukung Masjidil Haram, sebagai bagian dari persiapan untuk Ramadhan.

Ada pengaturan serupa yang diberlakukan di Masjid Nabawi di Madinah, demikian laporan Arab News yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Senin.

Pada konferensi pers pekan kemarin di Makkah, Mayjen. Salim bin Marzouq Al-Matrafi, Direktur Pertahanan Sipil di Kota Makkah, dan pejabat lainnya menjelaskan rencana keselamatan bagi pengunjung dan jamaah, yang meliputi program kesadaran tentang media sosial.

Adapun risiko kebakaran, Al-Matrafi mengatakan semua fasilitas perumahan tunduk pada persyaratan keselamatan yang ketat, yang didirikan dan sedang dipantau dalam koordinasi dengan Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Warisan Nasional.

Pertahanan Sipil juga akan menggunakan relawan untuk mendukung upaya keamanan ini , dengan 13 pusat dibentuk untuk mencakup semua bidang di Makkah. Akan ada staf tambahan yang dikerahkan pada hari-hari yang sibuk, termasuk Jumat dan malam kemuliaan bulan Ramadhan.

Menurut Brigjen Ahmed Al-Dulewi, Kepala Administrasi Umum Pertahanan Sipil, rencana termasuk fokus pada lokasi tertentu, organisasi sumber daya manusia, inspeksi fasilitas, dan pelatihan kebakaran dan tim intervensi cepat.

Dia mengatakan semua crane telah diperiksa untuk memastikan alat berat itu tidak menimbulkan bahaya bagi para jamaah.

Selama musim haji tahun lalu, sebuah crane tumbang dan menerjang ke arah mataf, daerah pradaksina untuk mengelilingi Ka’bah, menewaskan sedikitnya 111 orang dan melukai 394 lainnya. Biro Investigasi dan Kejaksaan Arab Saudi di Jeddah menemukan lima pejabat teknis dan rekayasa bersalah atas kelalaian.

Pada mulanya Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman telah menyetujui penyelidikan yang menyatakan  kontraktor Binladin Grup bertanggungjawab atas runtuhnya crane itu. Para eksekutif perusahaan dilarang meninggalkan Kerajaan, dan perusahaan tak boleh lagi mengerjakan  proyek-proyek publik yang baru.

Namun, larangan ini dicabut awal tahun ini untuk memungkinkan perusahaan raksasa konstruksi untuk membayar gaji bagi para pekerja yang belum dibayar.

Kontraktor ini banyak sekali menggunakan tenaga kerja asing termasuk dari Indonesia. Lebih dari 100 tenaga kerja Indonesia dipulangkannya beberapa hari yang lalu karena permasalahan yang dihadapi perusahaan itu. (T/R05/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

http://arabnews.com/node/933906/saudi-arabia