SEBAGIAN KABINET POLITIK-KEAMANAN ISRAEL MENENTANG KESEPAKATAN GENCATAN SENJATA

PM Israel Benjamin Netanyahu dan Neftali Bennet. (Foto: haaretz)
PM Israel Benjamin Netanyahu (kanan) dan Naftali Bennett (kiri). (Foto: haaretz)

Gaza, 2 Dzulqa’dah 1435/28 Agustus 2014 (MINA) – Menurut Radio Nasional Israel, Avigdor Lieberman (Menteri Luar Negeri Israel), Naftali Bennett (Menteri Industri, Perdagangan dan Tenaga Kerja Israel), Gilad Erdan (Menteri Home Front Defense Israel) dan Yitzhak Aharonovich (Menteri Keamanan Internal Israel) menentang kesepakatan gencatan senjata Israel-Palestina.

Naftali Bennett telah meminta agar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan sidang kabinet untuk membahas kesepakatan gencatan senjata jangka panjang itu, IMEMC sebagaimana dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis.

Netanyahu dikabarkan menolak untuk melakukannya, karena ia sudah mendapat persetujuan dari Jaksa Agung Yehuda Weinstein untuk membuat keputusan menerima kesepakatan gencatan senjata tanpa sebelumnya berkonsultasi dengan Kabinet Politik-Keamanan Israel.

Menteri Kehakiman Israel Tzipi Livni juga mengkritik perjanjian tersebut, dengan mengatakan, kesepakatan genjatan senjata harus mencakup dasar bagi perlucutan senjata di Jalur Gaza, untuk mencegah masuknya senjata dan pertumbuhan perlawanan Palestina.

“Harus ada mekanisme pemantauan yang efektif,” kata Livni.

Selain itu, beberapa walikota dan dewan daerah Israel dari daerah dekat Gaza juga mengungkapkan perbedaan pendapat atas kesepakatan genjatan senjata, takut serangan terjadi selama beberapa bulan mendatang.

Sebelumnya, Mesir mengumumkan kesepakatan gencatan senjata permanen Israel-Palestina yang dimulai Selasa (26/8) pukul 19.00 Waktu Gaza, Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) melaporkan.

Televisi Israel Channel 10 mengutip para pejabat Israel mengatakan  sepakat untuk gencatan senjata dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memberitahu semua anggota kabinetnya tentang kesepakatan itu. (T/P02/IR)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0