Sebanyak 118 Gugur Sejak Aksi Great Return March

thenewdaily.com.au

Palestina, MINA – Sudah 118 warga Palestina gugur dan 13.300 lainnya luka-luka sejak aksi The Great Return March (GRM), 30 Maret – 30 Mei 2018. Demikian pernyataan resmi Juru Bicara Kementerian Kesehatan Palestina, Ashraf Al-Qudrah, yang diterima Mi’raj News Agency (MINA) Kamis (31/5).

GRM merupakan aksi pengungsi Palestina dengan melaksanakan aksi damai untuk mengimplementasikan paragraf 11 dari Resolusi 194 PBB dimulai pada 30 Maret lalu.

Aksi dilakukan secara masal dan simultan di sekitar 700 meter dari pagar perbatasan. Aksi ini diikuti oleh semua komponen masyarakat Palestina dan semua partai politik.

Aksi damai dengan longmarch ini dilaksanakan secara damai dari awal hingga akhir. Itu artinya, peserta aksi tidak diperbolehkan membawa senjata, menembakkan peluru, atau pun melemparkan batu. Aksi ini dimulai dari Jalur Gaza dan akan menyebar ke seluruh tanah Palestina.

Aksi ini juga bertujuan untuk mengundang perhatian media internasional untuk meliput dan menyampaikan pesan rakyat Palestina pada seluruh dunia “Kami bosan menunggu. Kami ingin pulang sekarang”.

Di bawah resolusi hukum internasional dan konvesi hak asasi, rakyat Palestina akan menulis sejarah melalui aksi damai “Great Return March” ini. Sejak Selasa kemarin, Israel membombardir Gaza dengan roket dari pesawat tempur F-16 dan tank baja.

Pejuang dari berbagai faksi membalas dengan melontarkan ratusan roket sebagai aksi balasan atas tindakan Israel. Sementara dalam keterangan bersama para faksi-faksi perlawanan antara lain; Al-Qassam, Saraya Al-Quds, Liwa An-Nasr, Brigade Mujahidin, Brigade Abu Ali Mustafa, Brigade An-Nasr, Brigade Perlawanan Nasional, Brigade Abdul Qadir Husaini, Brigade Al-Aqsha, Brigade Syaiful Islam, Liwa Nidhal Amudi, Brigade Aiman Jouda, Brigade Nabil Masud, mengumumkan bahwa semua bertanggung jawab atas serangan balasan ke pemukiman zionis dekat perbatasan Jalur Gaza. (T/mhh/B01/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)

Comments: 0