Sebanyak 17 Ribu Unit Pemukiman Ilegal Akan Dibangun di Yerusalem

Yerusalem, MINA – Menteri Urusan Yerusalem dalam pemerintahan Palestina Fadi al-Hadmi pada Kamis (25/11) mengatakan, otoritas pendudukan Israel sedang berupaya membangun lebih dari 17.000 unit rumah pemukiman di berbagai wilayah Yerusalem.

Dalam sebuah pernyataan, Fadi al-Hadmi menggambarkan rencana pemukiman Israel sebagai “tsunami gila”. Ia mengatakan percepatan dalam pembangunan pemukiman melalui serangkaian proyek menghilangkan kemungkinan prospek solusi dua negara.

“Pemerintah Israel sedang merencanakan pembangunan serangkaian proyek permukiman besar di utara, selatan, dan timur kota, dengan tujuan mengisolasi sepenuhnya dari wilayah Palestina di Tepi Barat,” ujar al-Hadmi seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Menteri tersebut mengatakan, proyek tersebut mencakup rencana untuk membangun 10.000 unit rumah di tanah Bandara Internasional Yerusalem, di Qalandia, di bagian utara kota.

Pendudukan Israel juga berencana untuk membangun 3.500 unit rumah di zona E1 di Yerusalem timur, 1.250 unit di pemukiman Givat Hamatos, 2.000 di permukiman French Hill dan 470 di pemukiman Pisgat Zeev.

“Sejak awal tahun ini, lebih dari 140 bangunan [Palestina] telah dihancurkan di Yerusalem,” kata al-Hadmi.

Ia mendesak masyarakat internasional untuk mengubah kata-katanya menjadi tindakan, dan bekerja untuk menghentikan perluasan permukiman, pencaplokan, pembongkaran, pemindahan dan pemaksaan penggusuran penduduk, dan menyelamatkan solusi dua negara sebelum terlambat. (T/RE1/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)