Sebanyak 18 Tulisan Bersaing pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Siswa Madrasah

Yogyakarta, MINA – Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat Nasional untuk siswa-siswi madrasah digelar bersamaan Ajang Kompetisi Seni dan Olah Raga Madrasah (AKSIOMA) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM).  Dari sekian banyak karya tulis yang masuk, 18 di antaranya terseleksi untuk mengikuti kegiatan presentasi LKTI.

Event ini dimulai sejak Rabu (9/8), di Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Demikian laporan pers Kemenag yang dikutip MINA.

LKTI meliputi tiga bidang: Keagamaan, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Ilmu Pengetahuan Alam. Setiap bidang terdiri dari dua juri yang terdiri dari  para akademisi dan peneliti. Mereka adalah Asrori S Karni dan Emma Marhuman (Juri Keagamaan), Ahmad Rofiq dan Ali Humaidi (Juri Ilmu Pengetahuan Sosial), serta Halida Widyastuti dan Khoirunnisa (juri Ilmu Pengetahuan Alam).

Ahmad Rafiq menilai siswa madrasah sudah mulai sensitif dengan isu-isu lokal atau lokalitas. “80 pesen isu yang mereka angkat adalah tentang lokalitas, cara mempertahankan nilai-nilai lokal, tradisi dan sebagainya,” ujar A. Rafiq.

Sementara itu, Asrori mengaku kagum dengan cara siswa madrasah menyampaikan presentasi. Menurutnya, mereka menguasi materi, apalagi ketika megutip ayat-ayat sebagai landasan argumennya.

“Diksi-diksi ilmiah mereka cukup kuat. Dulu saya tidak bisa seperti mereka. Ini merupakan kemajuan luar biasa,” jelas Asrori. (R/R05/R01)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)