SEBANYAK 30 PEJABAT ISRAEL DITANGKAP KARENA TERJERAT KORUPSI

Foto: Anadolu Agency
Foto: Anadolu Agency

Tel Aviv, 3 Rabi’ul Awwal 1436/25 Desember 2014 (MINA) – Juru bicara Kepolisian Israel, Luba Samri, mengatakan, sebanyak tiga puluh tersangka termasuk pejabat pemerintah tingkat tinggi Israel telah ditangkap sebagai tahun panjang penyelidikan rahasia memasuki tahap investigasi publik Rabu kemarin.

“Polisi Israel telah menangkap 30 pejabat publik tersangka korupsi setelah melakukan penyelidikan rahasia selama setahun,” kata Luba Samri sebagaimana dilaporkan Anadolu Agency yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis.

Samri mengatakan, selama lebih dari setahun, jaksa penuntut Israel telah memimpin penyelidikan pemerintah besar-besaran dari berbagai tuduhan terkait korupsi, termasuk penyuapan, pemalsuan, pencatutan dan pencucian uang.

Skandal korupsi muncul menjelang pemilihan pemilu Maret 2015, di mana Perdana Menteri Netanyahu yang koalisi pemerintahnya runtuh bulan lalu.

“Pasukan polisi Israel juga telah mencari tempat tinggal dan kantor tersangka,” kata Luba Samri.

Luba Samri menyatakan, para tersangka termasuk sejumlah kepala pemerintah daerah dan pejabat pelayanan publik, serta anggota parlemen yang juga menjabat sebagai wakil menteri dan mantan menteri pun beberapa anggota serikat buruh.

Penyelidikan selama setahun yang diumumkan pada Rabu kemarin menimbulkan kecurigaan bahwa para tersangka berkolaborasi guna memajukan kepentingan pribadi untuk mendapatkan dana.

Beberapa rincian dari penyelidikan tersebut menunjukkan nama para tersangka politisi senior yang mentransfer dana secara ilegal kepada LSM tertentu.

Salah satu yang menjadi penyelidikan utama adalah Faina Kirschenbaum, Wakil Menteri Dalam Negeri Israel dari Partai Yisrael Beitanu. Namun, Kirschenbaum membantah keterlibatanya dalam skandal yang dipublikasikan tersebut.

“Awal tahun ini, mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert dijatuhi hukuman enam tahun penjara karena suap,” ujar Luba Samri.

Selain itu, mantan Presiden Israel Moshe Katsav saat ini menjalani hukuman penjara tujuh tahun sejak 2011 setelah dihukum karena pemerkosaan dan pelecehan seksual.

Awal bulan ini, Netanyahu menyerukan penyelenggaraan pemilu dini, mengutip kesulitan dalam memimpin negara dengan anggota kabinetnya bertindak melawan dia dari dalam.

Netanyahu baru-baru ini memberhentikan dua anggota terkemuka kabinetnya, Menteri Kehakiman Tzipi Livni dan Menteri Keuangan Yair Lapid yang mendorong runtuhnya pemerintahan koalisinya. (T/P010/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0