Sedih Bahagia Silih Berganti Dialami Relawan Indonesia di Gaza

Oleh: Sakuri, Waliyul Imam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Jabodetabek

 

Berbagai kisah sedih dan bahagia datang silih berganti dialami oleh para relawan Indonesia yang ditugaskan untuk membangun Rumah Sakit Indonesia (RSI) tahap dua di Gaza, Palestina, demikian pernyataan Ir. Edy Wahyudi selaku Site Manager Pembangunan RSI di Gaza, Palestina kepada MINA melalui sambungan telepon Rabu siang, 15 Januari 2020.

“Sedih dan bahagia datang silih berganti,” kata Edy yang baru saja berpisah untuk selamanya dengan ibunda tercintanya, Kusrini binti As’ari, Ahad, 12 Januari 2020 lalu.

Menurutnya, sedih karena meninggalnya orang-orang yang dicintainya tidak saja menimpa dirinya, tetapi juga menimpa rekan-rekan lainnya sesama relawan.

Lutfi Paimin, relawan asal Singkawang yang saat itu Naib Niabah Singkawang, Wilayah Kalimantan Barat, ditinggal wafat ibunya pada April 2019.

Dalam bulan dan tahun yang sama, Sodikin relawan dari Brebes, Jawa Tengah, ditinggal wafat ayahnya tercinta, Selasa 2 April 2019 lalu.

Keduanya sebagaimana Edy Wahyudi, juga tidak sempat merawat jenazah orangtua yang dicintainya karena sedang berada di Jalur Gaza.

Sementera itu, Muqarrobin Al Ayubi, relawan asal Tanjung Priok, Jakarta Utara, menyampaikan kepada MINA melalui WhatsApp, “Ada satu hal yang menarik dari kalangan harokah di Gaza,” katanya.

“Tidak ada sejarahnya antara faksi Fatah, Hamas, Jihad Islami dan lainnya duduk bareng dalam satu ruangan. Maka qodarullah hanya Al-Jama’ah yang insyaAllah bisa menyatukan mereka, karena dalam takziah kemarin kelihatan mereka duduk bersama, minun kopi dan berbincang-bincang serta berdoa mendoakan sohibul musibah. Subhanallah, allahuakbar,” katanya mengapresiasi kepada para pentakziah terkait wafatnya ibunda tercinta dari Edi, relawan dari Jama’ah Muslimin (Hizbullah) itu.

Relawan Indonesia MER-C asal Indonesia sedang memasang spanduk pemberitahuan di area Rumah Sakit Indonesia di Bait Lahiya, Gaza, Palestina, Senin, 4 Maret 2019. (Foto: Edy Wahyudi/MER-C)

Selain kesedihan, Lutfi Paimin juga dalam waktu yang hampir bersamaan merasakan kebahagiaan saat menikahkan anak lelakinya meskipun tanpa kehadiran dirinya. Muamar, putra dari pasangan Apriani dengan Lutfi Paimin mempersunting Ro’fatul Jariyah, putri keempat Shobaruddin dan Rofiah, yang berlangsung 12 Januari 2020 lalu di Desa Kota Mulya RT 05 RW 03, Kecamatan Semendawai Timur, Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan.

Lutfi Paimin hanya bisa membantu dengan doa agar anaknya menjadi keluarga sakinah mawadah wa rahmah.

“Niatkan ibadah dan banyak mohon pertolongan Allah agar menjadi keberkahan,” kata Edi mengutip pesan Lutfi kepada putranya Muammar.

“Kebahagian yang sama juga dirasakan rekan-rekan lainnya,” kata Edi melanjutkan.

Seperti yang dialami oleh Doni, relawan dari Palembang, Sumatera Selatan, dan Hidayatullah, relawan dari Jambi yang tinggal di Dusun Muhajirun, Natar, Lampung, keduanya sama-sama memperoleh karunia anak yang dilahirkan dari istri tercintanya meskipun tidak sempat sekedar memegang apalagi menggendong bayinya, karena sedang bertugas di Gaza.

Sejak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melepas 29 relawan di Gedung Balai Kota Jakarta pada tanggal 22 Februari 2019 lalu, kini sudah hampir setahun lamanya para relawan meninggalkan keluarga, anak istri, orangtua dan kampung halamannya untuk beramal saleh menyelesaikan pembangunan Rumah Sakit Indonesia tahap dua di Gaza, Palestina.

RSI di Jalur Gaza, Palestina, merupakan prakarsa dari lembaga kegawatdaruratan medis Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan dikerjakan oleh anak-anak bangsa Indonesia yang saat ini terdiri dari 29 relawan dari jaringan Pondok Pesantren Al Fatah Indonesia dan relawan dari Jama’ah Muslimin (Hizbullah).

Sebelumnya pada pembangunan awal, MER-C juga mengirim belasan relawan yang juga berasal dari jaringan Pondok Pesantren Al Fatah Indonesia dan relawan dari Jama’ah Muslimin (Hizbullah). (A/RS5/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)