Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehat dengan Mengonsumsi Kurma

Ali Farkhan Tsani - Ahad, 23 Juni 2024 - 09:59 WIB

Ahad, 23 Juni 2024 - 09:59 WIB

12 Views

Oleh Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior Kantor Berita MINA (Mi’raj News Agency)

Al-Quran di dalam ayat-ayatnya, mengabadikan kurma sebanyak 20 kali, menunjukkan keistimewaan buah ini.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam suka mengonsumsi kurma dan menjadikan kurma sebagai bagian dari pola makan beliau. Ini juga yang menjadi salah satu sebab Nabi begitu sehat dengan mengonsumsi kurma secara teratur.

Menurut kesaksian Anas bin Malik, sahabat Nabi yang sejak usia 10 tahun melayani langsung kebutuhan harian Nabi, sampai wafatnya Nabi, mengatakan bahwa Nabi biasa berbuka puasa dengan beberapa butir kurma Ajwa.

Baca Juga: Presiden Didesak Segera Sahkan RPP Kesehatan

Kurma Ajwa adalah salah satu jenis kurma yang paling populer di jazirah Arab dan berharga tinggi. Kurma ini berasal dari Madinah, Arab Saudi, dan telah dibudidayakan selama berabad-abad. Kurma Ajwa memiliki rasa yang manis dan legit, dengan tekstur yang lembut dan sedikit kenyal. Kurma ini berwarna hitam kecoklatan dan memiliki bentuk oval yang khas.

Sahabat lainya, Abu Hurairah, yang banyak meriwayatkan hadits, juga menyampaikan sabda Nabi, yang artinya, “Barangsiapa yang makan tujuh butir kurma Ajwa pada pagi hari sebelum ia keluar rumah, maka ia tidak akan terkena racun atau sihir pada hari itu.'” (HR Bukhari).

Kesaksian sahabat lainnya, Abdullah bin Abbas menyebutkan, Nabi selain menyukai kurma jenis Ajwa, juga kurma jenis Barni dan kurma jenis Deri.

Kurma Barni, juga dikenal sebagai kurma Burni, adalah salah satu varietas kurma premium yang berasal dari wilayah Al-Qassim di Arab Saudi.

Baca Juga: Bahaya BPA yang Dapat Menyebabkan Diabetes Hingga Kanker

Kurma ini rasanya juga manis legit, teksturnya lembut dan sedikit kenyal, serta warnanya coklat keemasan. Selain itu, kurma Barni memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan kurma pada umumnya.

Adapun kurma Deri, juga dikenal sebagai kurma Dayri, adalah salah satu jenis kurma yang populer di Timur Tengah dan Afrika Utara. Kurma ini berasal dari Irak dan telah dibudidayakan selama berabad-abad.

Kurma Deri memiliki rasa yang manis dan legit, dengan tekstur yang lembut dan sedikit kenyal. Kurma ini berwarna coklat keemasan dan memiliki bentuk lonjong yang khas.

Dari tinjauan gizi, mengapa dikatakan sehat dengan mengonsumsi kurma, di antaranya adalah karena kurma merupakan jenis buah yang banyak mengandung sumber energi, kaya akan serat, zat besi, dan berbagai nutrisi.

Baca Juga: Kemendagri Minta Kepala Daerah Serius Tangani TBC-Polio

Kurma sebagai sumber energi karena kurma mengandung persentase gula yang tinggi, tapi ajaibnya tidak menimbulkan penyakit gula (diabets).

Peneliti Zhang Yongli dan Muhammad Ali Al-Farsi di Cornell University, New York, Amerika Serikat, dalam ulasan yang mereka buat pada tahun 2008 menyatakan bahwa lebih dari 15% kebutuhan harian mineral seperti tembaga, potasium, magnesium dan selenium dapat diperoleh dengan makan 100 gram atau sekitar 3 biji kurma per hari.

Penelitiannya menyebutkan, kurma mengandung sekitar 60% -70% gula, yang menjadikannya penambah energi dan kesehatan yang ideal.

Kurma juga memberi manfaat bagi kesehatan tubuh karena mengandung vitamin yang diperlukan tubuh dan berguna untuk sistem saraf.

Baca Juga: Cara Mudah Redakan Pilek yang Aman dan Ampuh

Vitamin adalah senyawa organik yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi penting. Maka, kekurangan vitamin dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti: kelelahan, kekurangan zat besi (anemia), hingga lemahnya sistem kekebalan tubuh.

Nah, salah satu upaya untuk menyehatkan tubuh adalah dengan mengonsumsi vitamin, yang terdapat pada kurma.

Keutamaan lainnya kurma adalah adanya serat dalam kurma yang bermanfaat untuk menyehatkan pencernaan, karena serat membuat pencernaan makanan lebih mudah dan efisien.

Serat kurma termasuk mendorong pertumbuhan bakteri yang baik dalam usus dan membantu mengatasi sembelit (kesulitan buang air besar).

Baca Juga: Dr Imane Kendili Paparkan Strategi Pengurangan Risiko Tembakau Alternatif

Makanan berserat juga meningkatkan rasa kenyang lebih lama, sehingga membantu makan lebih sedikit dan menjaga berat badan ideal.

Serat banyak ditemukan dalam tumbuhan, seperti sayur, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan, termasuk pada kurma.

Karenanya mengonsumsi kurma pada saat makan sahur ketika hendak berpuasa, dapat mengurangi rasa lapar, karena kurma mampu meningkatkan rasa kenyang lebih lama.

Kurma juga sangat baik dikonsumsi oleh ibu rumah tangga, terutama ketika baru melahirkan. Hal ini pernah dilakukan oleh Siti Maryam usai melahirkan Nabi Isa ‘Alaihis Salam. Seperti disebutkan di dalam Al-Quran yang artinya, “Tatkala waktu melahirkan sudah dekat, rasa sakit menjelang melahirkan membuat Maryam menuju ke bawah pohon kurma dan merasakan nyeri melahirkan.” (QS Maryam: 22).

Baca Juga: MER-C Training Center Gelar Pelatihan First Aid & Leadership untuk Remaja

Dilanjutkan ayat berikutnya, “Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu” (QS. Maryam: 26).

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di di dalam tafsirnya menjelaskan, kurma yang jatuh di hadapan Maryam adalah kurma yang yang segar, enak dan bermanfaat.

Begitulah manfaat kurma, dan tentu saja, kurma juga lebih praktis karena dapat dimakan langsung sebagai cemilan, apa adanya, tanpa harus membuka kulit.

Beberapa orang memasukkannya ke dalam persiapan makanan lain seperti jus minuman, atau dimasukkan ke dalam es/sop buah, atau sebagai semacam selai yang dimasukkan ke dalam roti tawar, atau dimakan bersama tempe sebagai lauk.

Baca Juga: Lima Miliar Orang Terdampak Panas Ekstrem

Kurma juga dapat dicampurkan dengan yogurt atau sereal, atau bisa juga digunakan sebagai bahan baku untuk berbagai hidangan, seperti kue, roti, dan manisan, sebagai pengganti gula.

Makanan pun menjadi semakin lezat dan sehat dengan variasi olahan berbahan kurma.

Malah ada trend herbal terkini, seperti dari sumber dr. Zaidul Akbar, pakar Jurus Sehat Ala Rasulullah, bahwa biji kurma dapat diolah menjadi kopi, pengganti biji kopi.

Ini ditindaklanjuti oleh Desy Chamim, seorang peracik masakan di Cookpad Online, tentang cara mengolah biji kurma menjadi serbuk kopi.

Baca Juga: Dapatkan Wajah Mulus, Ini Tips Cegah Jerawat

Cara membuat kopi dari biji kurma:

  1. Cuci bersih biji kurma, lalu jemur di bawah terik matahari sampai benar-benar kering, kurang lebih 3-4 hari.
  2. Setelah kering, shangrai dengan api kecil agar tidak mudah gosong dan agar matang merata. Shangrai biji jangan sampai gosong, jadi masih agak warna kecoklatan, biar tidak pahit. Proses ini memang memakan waktu yang cukup lama.
  3. Haluskan biji kopi, bisa menggunakan gelas blender atau chopper. Sedikit-sedikit saja saat blender agar hasilnya lebih halus maksimal. Lalu saring biar semakin halus, jika suka ampas kopi dengan tingkat paling halus.

Adapun cara penyajian kopi biji kurma: siapkan 500 gram biji kurma, (pengganti gula), 1 sendok makan madu, 2 sendok teh kopi biji kurma, dengan 50 ml air.

Nah, ini kayaknya perlu dicoba ya.

Alhamdulillah. Oke, selamat menikmati kurma dengan segala variasinya. Hmmm…. []

Baca Juga: Klaster Kesehatan Madinah Luncurkan Kampanye Kesadaran Sengatan Gelombang Panas

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Kolom
Khadijah
Khadijah
Kolom
Kolom