Sehat dengan Shalat dan Infak (Oleh: Imaam Yakhsyallah Mansur)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Q.S. Al-Baqarah, 2:3:

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَ يُـقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَ مِمَّا رَزَقْنٰھُمْ يُنْفِقُوْنَ

Artinya: “(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.”

Dalam “At-Targhib WA Al-Tarhib,” Al-Mundziri menjelaskan manfaat shalat bagi kesehatan. Al -Bukhari meriwayatkan Abu Humaid As-Saidi Radhiallahu Anhu berkata: “Apabila ruku Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menguatkan tangan pada lututnya.”

Saat ruku, posisi tulang belakang yang lurus berguna untuk menyangga tubuh dan urat syaraf. Posisi jantung dan otak yang sejajar memaksimalkan aliran darah pada tubuh bagian tengah.

Sementara itu, menurut Prof Dr. Fidelma O’Leary, ahli neurologi dari Amerika Serikat, yang masuk Islam karena meneliti syaraf otak manusia, bahwa darah tidak akan memasuki urat syaraf dalam otak kecuali ketika seseorang melakukan sujud. Padahal setiap setiap inci otak manusia memerlukan suplai darah yang cukup untuk bisa berfungsi secara normal.

Selain shalat, infak pun menyehatkan. Hal ini sejalan dengan riwayat At-Thabrani bahwa sedekah dapat menolak 70 macam bencana, yang paling ringan adalah kusta dan sofak.

Pakar neurosains dari National Health University (NHU) California, AS, Prof Dr Taruna Ikrar menjelaskan dampak positif dari Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), tidak hanya merekatkan hubungan sosial melainkan juga menyehatkan tubuh.

Dia menjelaskan perasaan bahagia yang muncul sewaktu memberi ternyata berhubungan dengan peningkatan hormon oxyitocin yang terletak pada bagian belakang atau fosfor pituitary yang menyehatkan tubuh.(AK/R1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

*Tulisan ini merupakan rangkaian artikel berseri yang ditulis Imaam Yakhsyallah Mansur dengan tema utama “Mutiara Al-Quran untuk Kesehatan”