Sejumlah 50 Truk Bantuan Turki Masuk Gaza

Gaza, 3 Syawwal 1437/8 Juli 2016 (MINA) – Sekitar 50 truk bantalan bantuan kemanusiaan Turki tiba di Jalur Gaza pada Kamis (7/7) kemarin melalui perlintasan perbatasan dengan wilayah jajahan Israel, Karem Shalom.

Mounir Ghalban, koordinator perlintasan di pihak Palestina, mengatakan kepada Anadolu Agency yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA) bahwa truk-truk tersebut  -membawa hampir 2.000 ton bantuan kemanusiaan- telah memasuki Jalur Gaza Kamis pagi.

Menurutnya, bantuan – yang meliputi bahan makanan pokok, bahan bakar, dan pakaian – pertama akan disimpan di gudang yang dikelola Kementerian Sosial Gaza sebelum didistribusikan kepada warga Gaza yang paling membutuhkan.

Terminal Perbatasan Karem Shalom atau Karim Abu Salim, yang menghubungkan Mesir, wilayah jajahan Israel, dan Jalur Gaza, hanya berfungsi sebagai satu-satunya penyeberangan komersial.

Pada Senin (4/7), empat truk pertama yang membawa bantuan kemanusiaan Turki memasuki Gaza melalui Karem Shalom. Kiriman bantuan kemanusiaan pertama ini termasuk mainan untuk anak-anak, yang kemudian dibagikan kepada anak-anak yatim Palestina.

Dalam komentar sebelumnya untuk Anadolu Agency, Yusuf Ibrahim, Wakil Menteri Kementerian Sosial Palestina di Gaza, mengatakan total 400 truk sarat bantuan diperkirakan mencapai Jalur Gaza dalam beberapa hari mendatang.

Pada Ahad lalu (3/7), kapal bantuan Turki “Lady Leyla” berlabuh di Pelabuhan Israel Ashdod membawa 11.000 ton bantuan kemanusiaan – termasuk makanan, pakaian dan mainan – untuk Gaza.

Sejak 2007, penduduk Gaza telah menderita di bawah blokade bersama Israel-Mesir, merampas sekitar 1,9 juta penduduk daerah kantong atas kebutuhan pokok mereka, terutama makanan, bahan bakar, obat-obatan, dan persediaan bahan bangunan.

Pemulihan Hubungan

Masuknya bantuan kemanusiaan Turki ke Gaza baru-baru ini datang dalam konteks kesepakatan yang ditandatangani pekan lalu antara Turki dan Israel di mana kedua negara sepakat untuk memulihkan hubungan diplomatik setelah absen enam tahun.

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim telah mengatakan bahwa Tel Aviv menyepakati semua prasyarat Ankara untuk hubungan normalisasi, yang diputus pada 2010 lalu setelah pasukan komando Israel menyerbu kapal bantuan Turki Gaza.

Serangan itu mengakibatkan kematian sembilan aktivis Turki dan 30 lainnya terluka, satu di antaranya meninggal karena luka-luka yang dideritanya hampir empat tahun kemudian.

Pada saat itu, Turki menuntut Israel secara resmi meminta maaf atas serangan itu, kompensasi bagi keluarga korban yang meninggal, dan mengakhiri blokade atas Jalur Gaza.

Pada 2013, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyuarakan penyesalannya kepada mantan Perdana Menteri Turki (sekarang Presiden) Recep Tayyip Erdogan atas insiden tersebut.

Menurut ketentuan perjanjian pekan lalu untuk menormalkan hubungan, kedua negara akan bertukar duta besar dan Israel akan membayar $ 20 juta sebagai ganti rugi kepada keluarga dari korban serangan Kapal Mavi Marmara 2010.

Israel juga telah menyetujui permintaan Turki untuk mempertahankan “kehadiran bantuan kemanusiaan” di Jalur Gaza yang diblokade. (T/R05/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)