SEJUMLAH ALKES RUMAH SAKIT INDONESIA DI GAZA BERDATANGAN

Alat kesehatan mulain berdatangan, (Foto: Doc. MER-C)
Sejumlah alat kesehatan untuk melengkapi Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina, mulai berdatangan. (Foto: Doc. MER-C)

Gaza, 20 Rajab 1436/9 Mei 2015 (MINA) – Sejumlah alat kesehatan yang dipesan lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) untuk  Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina, mulai berdatangan.

Menurut laporan Ir. Edy Wahyudi, Site Manager RS Indonesia, alat yang sudah tiba di RS Indonesia adalah empat unit meja operasi, 10 unit ventilator, nebulizer dan beberapa instrumen bedah.Alat-alat tersebut untuk mengisi ruang operasi dan ICU.

Sebelumnya pada Ahad-Senin (19-20/4) lalu, telah tiba juga sebanyak total 90 unit ranjang pasien.

“Seluruh unit ranjang pasien itu telah dirakit dan ditempatkan oleh para relawan di ruang rawat inap yang terletak di lantai 2 RS Indonesia,” kata Edy melalui komunikasi skype kepada MER-C Pusat di Jakarta sebagaimana keterangan pers yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Sabtu (9/5).

Edy mengatakan, alat lainnya yang diharapkan akan segera tiba di RS Indonesia adalah X-Ray dan CT Scan untuk  Ruangan Radiologi RS Indonesia.

Menurut informasi dari supplier alat kesehatan tersebut, kedua alat itu telah tiba di pelabuhan dan menunggu proses perizinan masuk dari Israel yang diprediksi akan memakan waktu satu hingga dua pekan ke depan.

Sementara peralatan yang masih dalam perjalanan dengan kapal laut adalah instrumen-instrumen bedah. Sedangkan alat-alat lainnya seperti paket perlengkapan ruang operasi dan beberapa paket furnitur rumah sakit sebenarnya telah mendapat izin, namun masih menunggu antrian untuk bisa masuk ke Gaza.

MER-C melalui cabangnya di Jalur Gaza juga sudah melakukan pemesanan dua unit ambulan untuk kendaraan operasional RS Indonesia. Kedua unit ambulan dipesan dari Mesir dan saat ini masih berada di Mesir menunggu proses perizinan masuk ke Gaza.

Kedatangan Alkes terlambat karena situasi keamanan

Kedatangan alat-alat kesehatan memang lebih lambat dari jadwal yang sebelumnya diperkirakan. Sejak penandatanganan kontrak pengadaan alat kesehatan RS Indonesia pada 23 November 2014 lalu, yang dilakukan oleh Ir. Edy Wahyudi, Site Manager RS Indonesia di Gaza dengan beberapa supplier setempat, peralatan kesehatan diperkirakan akan datang pada 6-7 pekan setelahnya.

Sehingga saat itu MER-C sempat berencana untuk melakukan serah terima dan pembukaan RS Indonesia pada Februari 2015.

Namun kondisi perbatasan yang belum dibuka secara penuh dan proses perizinan masuk ke Gaza yang cukup sulit menyebabkan tertundanya kedatangan alat-alat kesehatan ini, demikian Ketua MER-C Cabang Gaza, Muqorrobin Al-Fikri melaporkan.

Perang yang berlangsung selama 51 hari pada Juli-Agustus 2014 lalu juga menjadi salah satu kendala tertundanya pengadaan alat kesehatan dan penyelesaian bangunan pendukung RS Indonesia.

“Seharusnya ranjang pasien dijadwalkan datang pada akhir Januari yang lalu. Namun proses pengurusan dan perizinan masuk ke Jalur Gaza cukup rumit dan sulit, sehingga tertunda lebih dari dua bulan,” terangnya.

Rencana serah-terima dan Grand Opening RS Indonesia

Ketua Presidium MER-C, dr. Henry Hidayatullah mengatakan, melihat perkembangan situasi di lapangan, khususnya progres kedatangan alat kesehatan RS Indonesia, maka MER-C membuat rencana kembali untuk jadwal melakukan serah terima sekaligus Grand Opening RS Indonesia, menjadi Juni 2015 mendatang.

Dia mengatakan, segala hal terkait dengan persiapan Grand Opening RS Indonesia tengah dilakukan khususnya koordinasi dengan pihak-pihak terkait baik di Jakarta, Mesir maupun Palestina.

“Kami mohon doa dari rakyat Indonesia agar seluruh proses ini diberi kelancaran dan RS Indonesia bisa segera beroperasi untuk memberikan pelayanan medis bagi rakyat Gaza yang membutuhkan seperti yang selama ini kita harapkan bersama,” demikian dr. Henry.

Rumah Sakit Indonesia di Gaza terletak di Bayt Lahiya, utara Gaza Palestina ini merupakan sebuah bangunan berbentuk segi delapan yang didirikan atas sumbangan dari rakyat Indonesia dengan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sebagai inisiator pendirian bangunan tersebut.

Bangunan yang cukup unik tersebut merupakan sebuah hadiah dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina, dan akan menjadi sebuah sejarah tersendiri. Rakyat Indonesia dari Sabang sampai Marauke bahu membahu memberikan yang terbaik untuk saudara-saudara mereka di Palestina. (L/R05/P2)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0