Staf Senior Donald Trump Gelar Pertemuan Bahas Aneksasi Tepi Barat

Presiden AS Donald Trump (kiri), bersama menantu dan penasihatnya Jared Kushner (tengah), dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Washington, MINA – Sejumlah staf senior Presiden AS Donald Trump menggelar pertemuan untuk memutuskan apakah akan memberikan lampu hijau bagi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk melanjutkan rencananya menganeksasi wilayah Tepi Barat atau tidak.

Seorang pejabat senior AS yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, sejumlah tokoh penting telah menggelar pertemuan membahas aneksasi di Gedung Putih pada Selasa (23/6). Netanyahu sendiri telah menargetkan 1 Juli sebagai waktu aneksasi.

Beberapa tokoh yang hadir seperti menantu Donald Trump dan penasihat senior Jared Kushner, penasihat keamanan nasional Robert O’Brien, utusan Timur Tengah Avi Berkowitz dan duta besar AS untuk Israel David Friedman.

Menurut pejabat tersebut, pertemuan yang disebut “diskusi internal informal”  itu tidak menemui keputusan bulat, dengan kesepakatan pertemuan lanjutan pada akhir pekan ini. Kushner sendiri dilaporkan pergi bersama Trump usai pertemuan itu dalam perjalanan ke Arizona.

Baca Juga:  Ribuan Pejuang Iran Siap Bergabung dengan Hizbullah di Lebanon

Sejumlah informasi yang dihimpun Middle East Monitor (MEMO) dari media-media lokal AS mengungkapkan, pejabat yang tak mau disebutkan namanya itu akan menjadi salah satu tokoh penting yang bergabung pada pertemuan selanjutnya, akhir pekan ini.

Beberapa pengamat menduga, proposal ‘Kesepakatan Abad Ini’ usulan Donald Trump yang diluncurkan pada Januari lalu, menjadi alasan Amerika Serikat mengakui permukiman Yahudi yang akan dibangun di atas tanah Palestina.

Usulan Donald Trump pada akhirnya akan menciptakan sebuah negara Palestina di bawah rencana perdamaian, tetapi memberlakukan persyaratan yang ketat di atasnya. Para pemimpin Palestina telah sepenuhnya menolak inisiatif Donald Trump tersebut.

Proposal Donald Trump tersebut juga mendorong Netanyahu meluncurkan rencana aneksasi Tepi Barat, dengan harapan dukungan penuh AS. Sebagian besar negara memandang permukiman Israel sebagai ilegal, dan para pemimpin Palestina menyuarakan kemarahan atas prospek aneksasi. (T/R2/RS2)

Baca Juga:  Iran Ingatkan Israel Konsekuensi Besar Jika Perang dengan Militan Lebanon

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Rendi Setiawan

Editor: Ismet Rauf