Sekitar 400 Tawanan Palestina Mogok Makan

Al-Quds, 3 Dzuqa’dah 1437/6 Agustus 2016 (MINA) – Sekitar 400 tawanan Palestina di penjara Israel menggelar aksi mogok makan yang dimulai sejak Kamis (4/8) kemarin. Tawanan lainnya terus menyusul aksi ini.

Sumber dari beberapa lembaga HAM menyatakan bahwa aksi ini sebagai protes menentang represif dan kezhaliman Israel yang menggerebek dan memeriksa dengan brutal terhadap mereka.

Tawanan menyebut aksi mogok makan kali dengan nama Pertempuran Al-Karamah (Harga Diri) II, demikian Pusat Info Palestina (PIP) melaporkan.

Sebelumnya, Club Tawanan Palestina menyatakan sebanyak 80 tawanan Palestina di Raimon akan bergabung dalam aksi mogok makan bersama rekan-rekan meeka di penjara lainnya sebagai penolakan politik penyiksaan yang dilakukan dinas tahanan Israel.

Club Tawanan menyatakan, gelombang baru tawanan Palestina akan ikut mogok makan pada Ahad (7/8) besok.

Club Tawanan Palestina menyebutkan, lebih dari 300 tawanan Palestina di penjara Israel menggelar mogok makan memprotes berbagai keputusan Israel yang dinilai tak berperikemanusiaan terhadap mereka.

Dilaporkan pula, ada sebanyak 285 tawanan dari Hamas sudah mulai menggelar mogok makan di penjara Eishel dan Nuvha memprotes tindakan penyiksaan dan kekerasan dinas penjara Israel terhadap mereka berupa penggerebekan, pemeriksaan kasar setiap hari dan sejumlah rekan dan pimpinan Hamas dipindah secara semena-mena ke penjara lain.

Lebih jauh, Club Tawanan menyatakan, tawanan Palestina Bilal Kayed masih melanjutkan mogok makan hingga memasuki hari ke-51 memprotes pengalihan status tahanannya menjadi tahanan administrative di hari berakhirnya vonis kurungannya setelah 14 tahun setengah ditawan. Sebanyak 40 tawanan lain ikut mogok makan sebagai solidaritas dari tawanan Front Rakyat.

Tawanan lain yang mogok makan karena memprotes penahanan administrative oleh Israel; Muhammad Balbul mogok sejak 4 Juni, saudaranya Muhammad mogok sejak 7 Juni, dua tawanan Malik Qadli dan Eyad Harimi mogok sejak 15 Juni keduanya dari Betlehem dan juga wartawan Umar Nazzal dari Jenin yang mogok sejak kemarin.

Di sisi lain, empat tawanan yang divonis Israel dengan vonis berat memprotes keputusan Palang Merah Internasional yang mengurangi waktu kunjungan menjadi satu kali kunjungan dalam sebulan sejak 18 Juni lalu; mereka adalah Ahmad Barghoti, Mahmud Sharahinah, Ziyad Bazzar dan Amin Kamil.

Selain itu, tawanan Walid Mulawih menggelar mogok makan sejak 18 Juni lalu memprotes isolasinya sejak lebih dari 10 bulan. (T/P011/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)