Sekjen MU Imbau Para Santri Cegah Aksi Perundungan

Jakarta, MINA – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan menghimbau para santri untuk mencegah perundungan hingga kekerasan seksual di lingkungan pesantren.

“Seluruh pihak di pondok pesantren harus mengutamakan nilai-nilai Asmaul Husna, menumbuhkan kasih sayang, kelembutan, perkataan yang menyenangkan dan menentramkan,” kata Buya Amirsyah Sosialisasi Hasil-Hasil Roadshow 3 dan Penguatan Pesantren Ramah Anak tema ‘Menguatkan Karakter Pesantren Anti Kekerasan dan Ramah Anak’ di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kab. Jombang, Jawa Timur, Selasa (10/10).

Ia menyampaikan bukan perkataan yang memprovokasi, adu domba, apalagi perkataan yang melecehkan dan memfitnah. “Bagi para santri-santri seluruh Indonesia, stop bully, kekerasan, pelecehan seksual,” ujar Amirsyah.

Menurut Amirsyah, pesantren tidak boleh menjadi tempat terjadinya perundungan dan tindakan kekerasan. Para santri, kata Amirsyah, harus mampu menciptakan tempat yang kondusif untuk pembelajaran.

Baca Juga:  Istiqlal Terima 22 Sapi Kurban dari Non-Muslim

“Tidak ada tempat untuk perundungan, dan kekerasan di pondok pesantren yang ada hanya tempat untuk kasih sayang. Tidak ada tempat untuk tindakan dan kata-kata yang melecehkan dan memfitnah,” kata Amirsyah.

Seperti diketahui, berdasarkan data Kementerian Agama pada tahun 2022/2023, ada lebih dari 39.000 pesantren di Indonesia. (R/R4/B04)

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: kurnia

Editor: Zaenal Muttaqin