Sekjen NATO Sambut Baik UU Anti Teror di Swedia

Jenewa, MINA – Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg pada Selasa (8/3) menyambut baik langkah Swedia yang mengesahkan baru yang juga mencakup larangan terhadap   yang berada di balik kudeta di Turkiye tahun 2016 .

Pemimpin NATO itu menggambarkan perkembangan tersebut sebagai langkah maju dalam perjuangan negara itu melawan terorisme, demikian Anadolu Agency.

“Turkiye memiliki masalah keamanan yang sah dan saya menyambut Swedia telah meningkatkan upaya melawan terorisme, termasuk PKK, dengan memperkenalkan UU Terorisme baru dan memperkuat kerja sama melawan terorisme dengan Ankara,” kata Stoltenberg dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson.

“Saya juga menyambut baik bahwa Swedia memastikan tidak ada pembatasan ekspor senjata ke Turkiye,” imbuhnya.

Stoltenberg dan Kristersson membahas penyelesaian proses aksesi Swedia dan Finlandia ke NATO, kata Stoltenberg, sambil menambahkan, “Ini adalah prioritas utama dan kami meraih kemajuan.”

Sekjen NATO juga merasa senang bahwa Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan setuju untuk melanjutkan negosiasi, merujuk pada pertemuan trilateral yang akan berlangsung Kamis (9/3), di Brussels, di mana para pihak akan membahas apakah persyaratan di bawah MoU trilateral terpenuhi atau tidak.

Parlemen Hongaria juga telah mulai memperdebatkan ratifikasi pengajuan Swedia dan Finlandia untuk masuk NATO, lanjut Stoltenberg, sambil menyebut bahwa prosedur itu akan segera berakhir.

Kristersson mengatakan, dalam beberapa pekan mendatang, Swedia akan menjadi “sepenuhnya siap” untuk bergabung dengan NATO setelah ratifikasinya oleh Turkiye dan Hungaria, yang berarti “Swedia akan bekerja dengan kecepatan yang sama seperti Finlandia.”

Dia mengatakan, di Brussel, Swedia akan mempresentasikan secara rinci langkah-langkah apa yang telah diambil sejak pertemuan di Madrid.

Pada Juni tahun lalu, Turkiye dan kedua negara Nordik itu menandatangani sebuah kesepakatan untuk mengatasi masalah keamanan Ankara, yang mana MoU itu telah membuka jalan bagi keanggotaan mereka dalam aliansi tersebut.

Perjanjian tersebut menyebut keprihatinan Turkiye, termasuk ekspor senjata dan perang melawan terorisme.

Hanya tinggal Hongaria dan Turkiye yang belum meratifikasi permintaan Swedia dan Finlandia untuk dimasukkan ke dalam aliansi NATO.

Undang-undang Anti-teror Swedia yang baru akan menargetkan organisasi, pembiayaan, bantuan, dan penyebaran kelompok teroris.

Bepergian ke luar negeri untuk bergabung atau membantu kelompok teroris juga akan dihukum setelah undang-undang tersebut berlaku.

Ankara telah menuntut Stockholm untuk mengambil tindakan nyata untuk memerangi kelompok teroris PKK dan Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok di balik upaya kudeta yang berhasil dikalahkan pada 2016 di Turkiye. (T/R4/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)